Kampanye Putaran Kedua Desa Wailau, HT-UMAR Akan Usulkan Pemekaran 3 Desa

SANANA, Terbitan.com – Kampanye putaran kedua Desa Wailau, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Paslon nomor urut 1 Hendrata Thes dan Umar Umabaihi (HT – Umar) di dampingi kedua istrinya Hong Fince Hongarta Thes dan Mukminah Husain bersama tim disambut meriah oleh masyarakat dengan lakukan adat Sula yakni pengalungan bunga, tarian cakale, ronggong gala dan yab hai (injak tanah). Minggu (25/10/20).

Dalam kampanye ini, Calon Bupati petahana, Hendrata Thes menyampaikan, Program – program kerja yang selama ini sudah di lakukanya kepada masyarakat Desa Wailau , namun, ada program yang belum sempat terlaksakan akibat wabah Covid -19 yang saat ini melanda negara Indonesia sehingga separuh anggran ditarik kembali oleh pemerintah pusat, ” katanya.

Baca Juga :

Namun, ketika terpilih kembali sudah akan segara merelisasi dan melanjutkan program yang sempat tertunda, untuk Desa Wailau sendiri, Hendrata akan meronofais mesjid yang ada di Desa Wailau.

Kemudian memberangkatkan para imam untuk naik haji, membuat jalan tani, karena Desa Wailau ini, sangat besar, namun angaran dana desanya cuma satu miliar , tidak cukup untuk masyarakat yang sebanyak ini, maka kita harus usulkan mekarkan Desa Wailau ini menjadi tiga desa, sehingga mereka bisa mandiri dan membuat desa ini lebih maju, “ucap Hendrata.

Selain itu, Hendrata juga menyampaikan “untuk di tahun 2021,menyiapkan jaring pengamat sosial , kondisi sekarang ini berbicara tentang Covid – 19 dan penanganan paska Covid – 19 Karana sampai sekarang belum adat obat dan belum ada vaksinnya,

“Jadi apa yang kita lakukan, pemerintah harus mampu untuk melihat yang pertama, menjamin masyarakatnya itu sehat, menjamin masyarakat selama pengaruh Covid – 19 ini hidupnya bisa terlaksana dengan baik, janagan samapai ada orang kelaparan dan jangan ada orang yang putus sekola, “ujar Hendrata.

Lanjut Hendrata, Pemilih- pemilih pemula ini, ditahun depan akan ! dan ini bukan jual program, tetapi kami dipemerintah daerah sudah menganggarkan tahun depan melalui Bappeda dengan mewujudkan digitalisasi internet masuk kedesa-desa.

Kemudian menyiapkan juga sekitar 1000 ataur 2000 iped untuk anak – anak untuk bisa belajar dan itulah kebutuhan, karena sekarang sekolah sudah diterpakan sistem darling , apabia murid tidak bisa sekolah, maka belajar melalui iped dan pembelajaran melalu apalikasi.

Namun semua ini harus ada jaringan internet, maka dari itu jaringan harus ada, maka ketika ada jaringan kita semua bisa mengakses internet tujuanya apa ? kita bisa mengatuhai keadan di dunia dan daerah-daerah lain juga bisa mengantisipasi berita hoax, “tutup Hendrata. {Cho}

Editor: Terbitan Maluku

Pos terkait