Ketua DPRD Bondowoso : Anggaran Sudah Dok, Kenapa RS Masih Mengeluh APD

BONDOWOSO, Terbitan.com – Memberi bingkisan dan masker oleh Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir sebagai apresiasi dan motivasi kepada para petugas pos pantau penanggulangan penyebaran wabah virus corona disease(Covid-19).

Selain menjadi tanggung jawab dan kewajiban Pemerintah untuk menjaga keselamatan seluruh warganya. Baik itu petugas medis dan non medis sebagai garda terdepan, juga masyarakat secara umum.

Bacaan Lainnya

“Petugas pos pantau sebagai garda terdepan penanggulangan penyebaran Covid-19 dan harus dilengkapi dengan Alat Perlindugnan Diri (APD) yang memadai. Sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” kata H. Ahmad Dhafir, saat kunjungan ke Pos Pantau Wringin, Kamis (16/04/2020)

Kendati demikian, untuk ketersediaan APD bagi tenaga medis wajib disediakan oleh pemerintah. Khusus seluruh petugas medis di RSUD Dr. Koesnadi.

Lebih tegas Ketua sapaannya, jangan sampai tenaga medis mengeluh kekurangan APD. Bekali para tenaga medis APD yang lengkap agar dapat bekerja secara aman dan maksimal.

“Permasalahan minimnya ketersediaan APD di RS Dr. Koesnadi hingga dijadikan postingan dijejaring sosial. Bahkan sampai ada aktivis harus meminta-minta uang di jalan untuk menggalang dana,” tegasnya.

Padahal DPRD sudah menyetujui anggaran pembiayaan penanggulangan Covid-19 sebesar 29 Milyar. Harusnya dengan ketersediaan dana tersebut, eksekutif jangan bergerak lambat, karena ini menyangkut keselamatan rakyat.

“Saya akui APD dan barang-barang terkait lainnya di pasar pun mahal dan terbatas, sedangkan kebutuhannya di masyarakat meningkat tajam. Maka, pemerintah wajib mengalihkan sebagian anggarannya,” ungkapnya

Dilain pihak, kata Ketua, pemerintah juga harus menjaga proses pengadaan dan penyalurannya agar terhindar dari unsur penyalahgunaan. Sejatinya, pengawasan anggaran penanggulangan Covid-19, sudah diatur sesuai amanah Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Imbuh Ketua, jika penggunaan anggaran APBD terkait refocusing dan realokasi tidak segera dilakukan, besar kemungkinan Kementerian Keuangan akan melakukan rasionalisasi dana transfer anggaran APBD yang berdampak pada pengurangan APBD itu sendiri.

“Jangan mempersulit diri, yang penting seluruh penggunaan anggaran bisa mencukupi kebutuhan penanggulangan Covid-19 dapat dipertangungjawabkan,” pungkasnya

Informasi sebelumnya, DPRD Bondowoso sudah mengalihkan anggaran kegiatan sebesar Rp 3 Milyar. Serta sudah menyetujui dana APBD Tahun 2020 untuk penganggaran pembiayaan penanggulangan Covid-19 sebesar 46 Milyar.

Pos terkait