Loading Test Jembatan Muara Teweh-Jingah,Bupati Barito Utara Menyaksikan Secara Langsung

  • Bagikan

 

MUARA TEWEH,terbitan.com – Pekerjaan Jembatan Muara Teweh-Jingah yang dibangun sejak tahun 2015 telah mencapai hampir 100%, dimana direncanakan akan dibuka untuk secara umum pada bulan Desember 2020.

Guna memastikan bahwa jembatan dengan bentang 418,21 meter dan lebar 5 meter serta bentang tengah 120 meter dapat digunakan,

Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah didampingi Sekretaris Daerah, Ir, H. Jainal Abidin, M.AP, Kadis PU Provinsi, Kadis PUPR Kabupaten Barito Utara beserta jajarannya, Plt. Kadis Kominfosandi serta jajaran Dinas Perhubungan menyaksikan secara langsung pelaksanaan loading test jembatan Muara Teweh-Jingah Sabtu 24/10/2020.

Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah mengatakan,” bahwa loading test dilaksanakan untuk menjawab kepercayaan dari masyarakat bahwa jembatan mampu dilewati beban berat.

Baca juga:  Kejari Barito Utara,Canangkan Zona Integritas Bebas Korupsi

“Jembatan merupakan tipe C dengan beban maksimal 110 ton. Rugi bilamana jembatan hanya digunakan oleh pejalan kaki,” ungkap H. Nadalsyah.

Ia juga berharap agar loading test berhasil, sehingga masyarakat tidak was-was dalam melintasi jembatan.

“Meskipun lolos dari uji coba, kami akan membuat Peraturan Bupati bahwa yang melintasi jembatan adalah kendaraan roda 2 dan 4. Kecuali ada hal-hal secara khusus dapat dilewati oleh kendaraan roda 6/dump truck,”ucapnya.

Konsultan PT. Pratama Data Citra Mandiri, Agus Pandawa, ST menyampaikan bahwa pengujian bertujuan untuk memastikan bahwa kontruksi jembatan sesuai dengan design.

Hasil pengujian menjadi benchmark untuk modal dalam maintenance. Loading test dibagi dalam 3 uji coba, yakni Uji Dinamis pertama dimana nantinya 1 dump truck dinaikkan ke atas balok 20 cm kemudian dijatuhkan dari balok kayu tersebut. “Ini untuk menguji kekuatan jembatan,” jelas Agus.

Baca juga:  Terkait Tertumpahnya Batu Bara Ditengah Jalan Jembatan Wahay,Ini Kata Management PT.MME

Selanjutnya yakni Uji Statis dimana 13 unit dump truck seberat total (110 ton) akan melintasi jembatan. Ini untuk menguji bentang tengah jembatan. Terakhir yakni Uji Dinamis Akhir dimana 6 dump truck akan melintas dan menguji site plan bentang sisi. “Uji Dinamis akhir untuk memastikan bahwa jembatan tidak rusak selama pengujian,” tutup Agus.

Sementara itu Kadis PUPR Provinsi Kalteng Salahudin mengatakan, jembatan awal di bangun tahun 2015. Semua dana bersumber DAU Kabupaten Barito Utara. Ditengah-tengah provinsi bantu rangka bagian atas. “Besarannya 30 miliar di bantu oleh Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Salahudin.

Baca juga:  Kejari Barito Utara,Canangkan Zona Integritas Bebas Korupsi

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran sangat fokus menyangkut infrastruktur, karenanya, provinsi Kalteng suport dana puluhan miliar, demi menuntaskan jembatan ini. “Warga masyarakat Muara Teweh harus bangga, dan dalam waktu tak lama lagi jembatan ini sudah bisa di gunakan, karena tinggal sedikit lagi tahapan pekerjaan yang mesti dirampungkan, baik pengaspalan dan pagar jembatan,” tutup Salahudin.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: