Mengadu Diancam Dibunuh, Kepala BKD dan Staf Bondowoso Ajukan Mengundurkan Diri

BONDOWOSO, Terbitan.com – Usai melakukan aksi mengajukan pengunduran diri kepada Bupati Salwa Arifin, Puluhan pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bondowoso melanjutkan aksi serupa kepada Wabup Irwan, Rabu (31/7/2019). Mereka beraksi mulai pukul 07.30 WIB sampai 10.30 WIB.

Setelah Wabup Irwan Bachtiar Rahmat menerima puluhan ASN tersebut mengatakan sangat prihatin. Pasalnya, setelah sekian lama kondisi di Pemerintah daerah Bondowoso yang adem ayem kini mulai memanas.

Baca Juga :

“Kondisi ini saya sangat prihatin. Sudah lama kita bangun tuk menjaga kekompakan, sekarang terusik oleh pernyataan arogansi dari seorang Sekda. Saya tidak suka model-model begitu. Saya tidak ingin para ASN bekerja dalam ancaman dan rasa ketakutan,” katanya.

Lanjut Wabup Irwan, pihaknya melakukan pendekatan itu dari hati ke hati. Bagaimana mereka untuk mengabdi untuk bangsa ini dengan keikhlasan yang sangat tepat, bukan dengan ancaman

“Sekarang tidak ada lagi yang takut dengan ancaman karena semua sudah diatur oleh aturan. Tidak bisa kemudian bupati dan wakil bupati mecat sembarangan kalau tidak ada tindakan yang disipliner atau yang melanggar. Tidak ada, itu tidak boleh,” jelas Wabup.

Soal pengajuan pengunduran diri mereka, kata Wabup Irwan, nanti tergantung Bupati dan Wabup. Tetapi secara pribadi pihaknya tidak akan mengabulkan.

Menurutnya, selama ini BKD sudah memberikan yang terbaik. Dan mereka tadi sudah mengatakan, dan tidak akan berani jika tidak ada perintah

“Terkait persoalan ini kami akan sampaikan kepada bupati dan saya selaku Wabup akan mengambil sikap. Sekda itu hanya menjalankan visi misi bupati dan Wabup, bukan malah mempunyai visi misi sendiri diluar RPJMD,” ucapnya.

Lebih tegas Wabup Irwan, bahwa pihaknya bisa juga bertindak lebih kasar. “Saya bisa bertindak lebih kasar, saya bisa bertindak, tapi saya selama 9 bulan melakukan pendekatan dengan ASN dari hati ke hati,” tegasnya.

Wabup Irwan juga menjelaskan sudah ada beberapa OPD yang ingin mengundurkan diri. Tapi pihaknya tidak mau secara rinci menyebut OPD dimana saja.

“Mereka sudah mengatakan pak saya sudah tidak nyaman, ada ancaman dan sebagainya. Kalau model seperti ini saya mau mengundurkan diri pak,” kata Wabup sembari menirukan perkataan OPD

Lebih lanjut Wabup Irwan, karena sudah terasa diancam, bila mereka mengambil langkah hukum pihaknya akan support itu.

“Karena dia bilang tadi katanya mau dibunuh, mau dipecat dan mau dipenjarakan. Dengan kejadian ini kami akan melakukan rekonsilidasi rapatkan barisan dengan bupati. Kalau model seperti ini Bondowoso Melesat tidak akan pernah tercapai. Semua mau mengundurkan diri, semua merasa ketakutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Syaifullah Sekda Bondowoso saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, jika ada ASN yang mau mengundurkan diri tidak tau.
Memang diluaran informasi yang terjadi seperti itu.

“Apa yang mau saya sikapi jika saya tidak tau. Kecuali dimeja saya ada, dan mau pengunduran diri baru saya sikapi, ” katanya.

Ditanya soal ancaman pembunuhan, Sekda Syifullah mengatakan bahwa itu tidak benar dan silahkan itu hak mereka.

“Masak saya anak seorang guru SD mau membunuh orang. Saya sampaikan di apel tadi wasiat dari orang tua saya dua,” pungkasnya.

Terbitan Terkait