Paslon HT-UMAR Resmi Gugat Hasil Pilkada Kepsul 2020 ke MK

JAKARTA, Terbitan.com – Tim Kuasa Hukum pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes dan Hi Umar Umabaihi, secara resmi telah mengajukan gugatan ke – Mahkamah Konstitusi (MK) dengan permohonan keberatan atas hasil penetapan suara Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Kepulauan Sula 2020.

Pengajuan gugatan MK tersebut, telah diterima secara resmi oleh panitera MK bernama Muhidin,SH.M.Hum dan telah tercatat dalam akta pengajuan permohonan pemohon Nomor 93/PAN.MK/AP3/12/2020, Senin (21/12/2020), kemarin. pukul 11.54 WIB,

Bacaan Lainnya

Pendaftaran tersebut diwakilkan melalui tim hukum yang terdiri dari Amiruddin Yakseb,SH dan kawan-kawan

Kuasa hukum Paslon Hendrata Thes-Hi Umar Umabaihi Amiruddin Yakseb,SH menjelaskan, pihaknya menemukan banyak kecurangan yang ditengarai dilakukan secara Terstruktur, Sistematis, dan Masif(TSM). Bahkan, kecurangan tersebut tampak terang-terangan dilakukan

Sejumlah alat bukti, kata Amiruddin, telah dilampirkan dalam berkas gugatan tersebut. Menurutnya, pengajuan gugatan MK tersebut semata-mata untuk mencari keadilan terhadap kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkada Kepulauan Sula.

Adapun alasan pihaknya mengajukan permohonan ini disebabkan adanya pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif yang dilakukan oleh Pasangan Nomor Urut 03 Fifian Adeningsi Mus- Saleh Marasabesi, Dimana pelanggaran-pelanggaran tersebut telah nampak secara terang-terangan namun tidak di tindak lanjuti oleh penyelenggara KPUD kepulauan Sula baik di tingkat pleno kecamatan dan di tingkat kabupaten.

Dalam permohonannya, tim kuasa hukum meminta MK memberhentikan Komisioner KPUD sula sebab dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya yang tidak netral serta mendiskualifikasi Paslon Nomor urut 03 FAM-SAH sebagai pemenang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula sebab telah terang terangan melakukan pelanggaran yang TSM. Selain itu pihaknya juga meminta agar melakukan pemungutan suara ulang di 5 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sula.

Hal ini tidak bisa dilepaskan dari fakta dan argumentasi permohonan yang menunjukkan adanya kecurangan secara terstuktur, sistematis, dan masif (TSM).

Sebelumnya Amiruddin mengatakan laporan yang diajukan ke Bawaslu sudah dinaikkan statusnya Bawaslu telah mengelauarkan rekomendasi PSU di kecamatan Mangoli Tengah sebab adanya temuan keterlibatan penyelengara dalam hal ini KPUD, Dikatakan dengan adanya rekomendasi Bawaslu tersebut akan menjadi modal utama bagi pihaknya untuk membuka tabir dan pengungkapan kasus yang dilakukan tim Paslon nomor urut 1 dan KPUD didepan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) nantinya.

“Inilah harapan kami yang sudah terwujud sampai saat ini hingga nanti berlanjut sampai ke tahap persidangan dan ini akan memperkuat lagi bukti-bukti kami di Mahkamah Konstitusi. Jadi Bawaslu itu nantinya akan menjadi pihak pemberi keterangan di MK jadi saling melengkapi. Kami tidak main-main, jadi bagi kawan-kawan yang ragu diluar sana, ini bukan perjuangan gertak sambal belaka dan ini serius, kami yakin dan percaya bahwa kebenaran akan menemukan jalannya sendiri dan kami yakin dalam proses penyidikan nanti akan ada pengembangan dan temuan yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Sula, Yuni Ayuningsi Ayuba saat dihubungi mengatakan, pihaknya menghormati hak paslon nomor urut 01 Hendrata Thes-Hi Umar Umabaihi untuk mengajukan gugatan terhadap hasil Pilkada, “Kita akan mengikuti proses yang akan berlangsung di MK,” ungkapnya

Dia mengatakan, dalam tahapan Pilkada, sudah diatur terkait dengan gugatan apabila ada Paslon yang kurang puas dengan hasil Pilkada. Namun, kata dia, beberapa gugatan juga sudah diatur ada yang tidak bisa.

Sebelumnya diberitakan, KPU Kabupaten Kepulauan Sula telah menetapkan paslon Bupati dan Wakil nomor urut 03 Fifian Adeningsi Mus-Saleh Marajabesi meraih suara tertinggi dibanding dua Paslon lainnya

Untuk itu meski sudah selesai proses rekapitulasi perhitungan suara, belum bisa langsung dilakukan pleno penetapan pemenang Pilkada Kepulauan sula atau kepala daerah terpilih karena harus menunggu adanya gugatan di MK, maka daerah yang melangsungkan pilkada akan berproses dulu.

Dari hasil penetapan KPU, paslon nomor urut 1 HT-UMAR 17.691 suara, Paslon nomor 2 ZADI-IMAM meraup 14, 813 Paslon nomor 3 FAM-SAH mendapatkan suara 20.119. {GNS}

Pos terkait