Pemkab Sampang Akan Tindak Tegas Tempat Hiburan Menyalahi Aturan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, H. Yuliadi Setiyawan

SAMPANG, Terbitan.com – Dari sekian rumah makan dan resto atau tempat hiburan di Kabupaten Sampang mendapat perhatian penuh dari Pemerintah setempat, Pemkab Sampang berkomitmen akan menidak tegas tempat hiburan yang bergerak di luar ketentuan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, H. Yuliadi Setiyawan, menurutnya dibalik berkembangnya beragam jenis Caffe dan Resto hingga tempat hiburan di Kabupaten Sampang, pihaknya mengaku tetap melakukan pemantauan.

Bacaan Lainnya

“Belakangan ini di Kabupaten Sampang memang banyak perkembangan tempat hiburan misalkan seperti Caffe, Rumah Makan, atau tempat hiburan lainnya. Kami pantau itu utamanya dari segi ijin,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (17/09/2020).

Wawan sapaan akrab Sekda Kabupaten Sampang menambahkan sesuai perintah Bupati Sampang h. Slamet Junaidi, selain memberikan sosialisasi atau masukan terhadap pemilik usaha, pihaknya juga akan memberikan tindakan tegas sesuai prosedur ketentuan yang berlaku untuk pelaku usaha yang melanggar aturan.

“Dalam pemantauan yang kami maksud di sana kami Pemerintah memberikan saran dan masukan atau sosialiasi agar para pengusaha terkait tidak menjual hal-hal yang melanggar aturan salah satu contohnya miras dan lain-lain, jika diketahui melanggar tentu akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Disinggung mengenai tempat hiburan yang sempat rame belakangan ini karena diduga menyediakan minuman keras atau wanita malam, pihaknya mengaku sudah mengambil tindakan dengan menyelidiki kebenaran informasi dimaksud.

“Terkait tempat karaoke yang sempat rame belakangan ini, kita sudah melakukan kroscek secara perijinannya, ternyata dikeluarkan ijin itu pada tahun 2018, dan kami telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan razia dan menyelidiki kebenarannya,” jelasnya.

Kendati demikian, berdasarkan hasil dari pada laporan Satpol PP dan Tim menurutnya hingga saat ini belum menemukan bukti kebenaran informasi yang beredar tersebut. Jika ditemukan ia berjanji akan mengambil tindakan.

“Akan terus kami pantau, dan jika ternyata nanti benar kami akan proses sesuai aturan, mulai dari peneguran hingga penutupan dan pencabutan ijin operasional tempat tersebut, tentu sesuai prosedur yang ada. Namun, sementara ini kami belum menemukan bukti apa-apa,” tandasnya.

Selain itu pihaknya berharap teman-teman wartawan atau LSM yang ada di Kabupaten Sampang juga ikut membantu kinerja pemerintah dalam hal ini.

“Kami harap teman-teman juga bisa ikut membantu melaporkan bila mana ada tempat yang melanggar aturan, kami siap bertindak tegas,” pungkasnya. (Adie)

Pos terkait