PKB Bondowoso Gelar Tasyakuran di Harlah ke-22, Ahmad Dhafir: Siap Jadi Alat Perjuangan Ulama

Harlah PKB Bondowoso ke-22 di kantor DPC PKB

BONDOWOSO, Terbitan.com – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Ahmad Dhafir mengatakan bahwa kehadiran sejumlah pengurus PCNU, menunjukkan bahwa PKB ini adalah partai yang dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, momentum Hari Lahir (Harlah) ke-22 PKB pada Sabtu (25/7/2020) adakan tasyakuran yang dihadiri langsung Pengurus PCNU setempat.

Baca Juga :

Tasyakuran diselenggarakan di Aula DPC PKB Bondowoso, Jalan Santawi. Secara simbolis dilakukannya pemotongan tumpeng oleh ketua DPC PKB, H Ahamad Dhafir. Kemudian diserahkan kepada Pengurus PCNU.

Hadir ketua PCNU KH. Abdul Qodir Syam dan sejumlah kader PKB setempat. Tampak tasyakuran kali ini berlangsung khidmat.

“Sebagaimana komitmen PKB, bahwa PKB siap menjadi alat perjuangan NU. Alat perjuangan ulama,” ungkap Ketua DPC PKB yang juga Ketua DPRD Bondowoso empat periode ini.

Lanjut Pak ketua sapaan akrabnya, bahwa kali ini memgusung tema Harlah ‘Melayani Indonesia’. Dimana memang, PKB dilahirkan oleh ulama untuk bangsa. Berjuang melayani masyarakat.

“NU punya andil besar atas lahirnya NKRI. Secara politik, perjuangan itu diserahkan ke pundak PKB, untuk melayani Indonesia. Apalagi saat pandemi seperti ini. Maka melayani Indonesia ” jelasnya.

Dijelaskannya juga, tasyakuran Harlah PKB ini bukan hanya sekedar seremonial saja. Tapi juga introspeksi diri, perjalanan panjang PKB. Sekaligus mempersiapkan partai di masa-masa yang akan datang.

Pihaknya berharap, angggota Fraksi PKB di DPRD Bondowoso, mampu berbuat banyak untuk bangsa. Maka, teman-teman harus menyadari bahwa menjadi DPRD itu juga karena PKB.

“PKB dilahirkan NU. Maka mereka harus siap menjadi ujung tombak perjuangan NU,” pungkasnya.

Pos terkait