JAKARTA, terbitan.com – Kota Administrasi Jakarta Utara dalam merealisasi Visinya sebagai kota pesisir modern yang tertata rapi, maju, nyaman dan sejahtera, serta memiliki masyarakat yang berbudaya dan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik. Dengan misi berperan serta dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan Pemkot Jakarta Utara menerjunkan 336 petugas dalam pemutakhiran data Basis Data Terpadu (BDT) Tahun 2019. Para petugas dikerahkan untuk mendapatkan data valid dan akuntabel sebagai sumber data dalam penanganan fakir miskin dan berekonomi lemah.

“Pemutakhiran BDT tahun 2019 ini menyisir 112.328 rumah tangga di Jakarta Utara. Memastikan data tersebut valid dan akuntabel, sehingga tidak ada data ganda yang nantinya akan dijadikan patokan untuk pemberian bantuan sosial pada enam Kecamatan dan 31 Kelurahan, bahkan hingga tingkat RT dan RW “, tutur Ali Maulana Hakim

Pendataan akan dilakukan dalam dua periode. Periode pertama mulai dari 2 Mei sampai 29 Mei 2019, sedangkan periode ke dua pada 17 Juni sampai 20 Juni 2019.

“Ditambahkan BDT ini agar betul-betul sesuai dengan yang kita harapkan untuk dapat membersihkan data-data yang kurang akurat. Sehingga benar-benar menjadi satu data yang menjadi basis kita untuk nanti pemberian bantuan orang miskin. Terutama nanti dari basis data terpadu ini adanya satu data saja, tidak ada double data,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah menerangkan, penginputan data dilakukan petugas melalui aplikasi android SIKS-NG. . Dalam aplikasi, tersedia berbagai menu yang menjadi indikator dalam pendataan. Antara lain data diri, penghasilan bulanan, foto, hingga keadaan tempat tinggal.

”Dengan adanya system aplikasi ini, maka diharapkan data yang didapat benar-benar valid dan akuntabel,” pungkasnya.