LEBAK, terbitan.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi menduga, banjir bandang yang terjadi di Lebak pada Rabu (22/5) akibat rusaknya ekosistem alam di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Umumnya, korban banjir adalah mereka yang tinggal si pinggiran sungai Cilaki, Cibeurih dan Ciberang yang sumber mata airnya dari pegunungan tersebut. “Untuk itu, ke depan perlu dilakukan reboisasi mengantisipasi kerusakan alam agar tidak meluas,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya sudah menyalurkan bahan pokok kepada warga yang terdampak banjir. “Kami juga sudah dirikan dapur umun dan tenda untuk pengungsian warga,” jelasnya.

Terkait rumah warga yang rusak, dia mengatakan, pihak Pemkab Lebak akan memberi bantuan perbaikannya.

Seperti diketahui, banjir bandang itu  melanda empat kecamatan di Lebak yakni Kecamatan Sajira, Muncang, Sobang dan Cimarga. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, bahkan ada beberapa rumah yang hanyut. Saat ini, BPBD Lebak sedang memerinci kerugian yang ditimbulkan akibat banjir tersebut.