BONDOWOSO, Terbitan.com – Jelang lebaran, kepanikan para ibu rumah tangga (IRT) diberbagai wilayah kabupaten Bondowoso mulai terasa. Pasalnya, disinyalir tabung gas elpiji (Melon) 3 kg dirasa mulai langka dan mahal diluar harga pasar.

Hal itu dibantah oleh Sales eksekutif elpiji 7 pertamina, Agung Kaharisa Wijaya mengatakan tabung gas elpiji 3 kg tersebut bukan langka, karena untuk mengantisipasi dari awal Ramadan kuotanya sudah ditambah.

“Kita sudah tambah 16 ribu tabung perhari dan itu sudah sangat banyak. Jelasnya tidak akan terjadi kelangkaan, kita pastikan dan kita jamin kedepan aman,” katanya, Jum’at (31/5/2019)

Saat ditanya stok aman tapi dilapangan masih sulit didapat, Agung menjelaskan agar masyarakat membeli gas elpiji di pangkalan resmi pertamina. Harga standart sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 16 ribu

Jika pangkalan kata dia, ditemukan menjual lebih dari HET akan disanksi tegas berupa pemotongan alokasi dan PHU. Masyarakat jangan panik, karena sudah ada penambahan, kalau tiap hari kerja total penambahan 200 hari persen.

“Penbahan sampai lebaran dan hari Minggu tetap operasional. Kita ada Satgas Rapi 2019 tiap kabupaten ada dari unsur Pertamina dan Migas untuk monitoring ketersediaan, kalau ada info, kita pastikan pasokan gas elpiji tetap aman,” paparnya.

Sementara Sigit Purnomo, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) kabupaten Bondowoso menuturkan bahwa pemerintah hadir agar masyarakat aman dan nyaman dalam melaksanakan ibadah puasa ramadan ini.

“Pastinya kami satu suara dan satu bahasa dengan mas Agung dari Pertamina. Masyarakat kita imbau untuk membeli gas elpiji 3 kg ke pangkalan resmi pertamina,” katanya.

Lebih tegas Sigit, bagi masyarakat yang sudah mampu, diharapkan menggunakan gas elpiji non subsidi. Pemerintah tetap melaksanakan tugasnya, tapi masyarakat juga harus bijaksana dalam menggunakan gas elpiji.

“Kami dengan pihak pertamina akan melakukan operasi pasar, memastikan bahwa tabung gas elpiji 3 kg betul – betul stoknya aman,” pungkasnya.