BONDOWOSO, Terbitan.com – Sejumlah wali murid yang anaknya disekolahkan di SDN Sumberanyar I Kecamatan Maesan Bondowoso Jawa Timur mengeluh. Pasalnya, beberapa guru di SDN tersebut sering datang siang. Padahal seharusnya masuk pagi.
Salah seorang wali murid, Yatik atau Buk Firda mengatakan, bahwa beberapa guru biasa datang siang. Yakni baru datang sekitar pukul 8:30 bahkan pukul 9:00 WIB. Padahal pukul 7:00 para siswa sudah mauk kelas.
“Ketika guru tak cepat datang (biasa datang siang, red) anak-anak sering keluar, main di halaman kelas. Namanya juga gak ada pak guru,” katanya, Senin (29/7/2019).
Selain sebagai wali murid. Dia juga berjualan di sekolah tersebut kurang lebih sekira 1,5 Tahun.
“Selama saya jualan sering telat. Bahkan mulai dari anak saya kelas satu sudah ada masalah terus dengan wali Murid,” katanya.
Melihat beberapa guru tidak disiplin. Dia berniat memindahkan anaknya yang sekarang sudah duduk di kelas V. Namun ternyata pihak sekolah tak memperbolehkan.
“Dulu saya pernah menghadap ke Pak Wiloso, kepala sekolah agar anak saya dipindah. Tapi tidak diperbolehkan,” jelasnya.
Bahkan kata dia, mulai kemarin juga banyak wali murid yang anaknya mau dipindah. Tapi surat pindah dan raportnya dipersulit. Bahkan Sangat banyak yang mau pindah.
Namun tak semua guru yang datang siang. Ada juga yang sportif dan sesuai jam masuk. Diantaranya kata dia, Pak Murdai, Pak Agus, Pak Jufri.
“Yang sering telat, Pak Slamet, Pak Amang, juga ada guru honorer. Ada yang negeri ada yang sukwan. Pak Slamet saya tidak tahu negeri atau tidaknya tapi sering telat. Sering datang siang,” jelasnya.
Dijelaskannya juga, bahwa dia sempat menegur Pak Yono. Salah seorang guru yang sering datang siang.
“Saya bilang, ‘selamat siang pak’. Soalnya sudah jam 9. Saya ucapakan ‘selamat siang’. Makanya dia tidak terima, marah. Tersinggung,” jelasnya.
Kemudian kata dia, Pak Yono ini turun dari motornya, langsung marah kepadanya.
Saat itu kan sudah pukul 9:00. Maka dia nilai wajar kalau bilang selamat siang. Karena menurutnya, tak mungkin dia bilang selamat pagi.
“Abenta jek inmainan (jangan ngomong sembarangan, red) bilang begitu Pak Yono.
Alasannya ada kifayah. Ia sekarang ada kifayah, terus kemarin-kemarinnya?,” katanya dengan nada kesal.
Dia berani menegur, karena pak Yono itu sebagai wali kelas anaknya. Karena tak sportifnya guru tersebut kata dia, anaknya tidak belajar malah bermain.
“Sebelumnya memang siang terus datangnya Pak Yono ini,” sambungnya.
Lantas dari itu, lanjut dia, pak Yono memanggil teman-temannya sesama guru, sekelompok yang juga sering telat.
“Dibilang ke yang namanya pak Slamet. Kemudian Pak Slamet ini juga menegur saya,” jelasnya.
Dia tak terima, karena tidak ada urusan dengan pak Slamet, kenapa jadi ikut-ikutan. Bahkan pak Slamet ini menyalahkan dirinya.
“Sambil nunjuk-nunjuk. Dia minta saya tak ikut-ikutan urusan sekolah. Bagaimana mungkin saya tidak ikut campur, anak saya sekolah di sini. Lantas pak slamet itu bilang ke saya, ‘oreng napah pean, pean oreng kenik’ (siapa kamu, kamu ini orang kecil, red). Katanya bilang begitu,” cerita Yatik panjang lebar.
Masih menurutnya, orang tua murid tak ada yang berani protes ke kepala sekolah. Bahkan atas kejadian itu, kepala sekolahnya memang minta maaf.
Sementara atas ketidakdisiplinan beberapa guru yakni sering datang siang itu, kata dia, Kepala Sekolah SDN Sumberanyar I seperti tidak mau tahu.



Tinggalkan Balasan