BONDOWOSO, Terbitan.com – Sejumlah guru di Kabupaten Bondowoso, mengeluhkan persoalan pencarian tunjangan fungsional (TF) dana pusat oleh Dinas Pendidikan setempat. Mereka menduga ada kongkalikong, dalam pencairan TF tersebut.

Heri Nuryanto, salah seorang guru di SDN Kalisat Kecamatan Ijen mengatakan, sekarang sudah cair tapi data siap saja yang menerima belum ada.

“Ini kan pasti ada apa-apa. Biasanya ditok dulu, baru cair. Sekarang tidak ada data yang keluar, itu berdasarkan Dapodik. Dapodik saya valid, diketerangan itu bayar, tapi sampai saat ini tidak ada, sampai lewat tanggal 15,” katanya.

Bahkan kita dia, kemarin ada salah satu temannya tidak dapat juga. Bahkan dia termasuk pengurus K2, tapi keluar karena mendapatkan P3K.

Padahal kta dia, temanya itu sudah menelpon Pak Harimas (Kepala Dinas Pendidikan), menanyakan data peneima TF, kenapa belum keluar.

“Kok bisa tidak keluar tapi uangnya sudah cair. Kan aneh. Biasanya ditok dulu baru cair. Sekarang kayak ada main dengan ketua K2. Sedangkan yang berhak dapat TF guru kelas minimal 24 jam. Sedangkan ketua forum K2 itu operator yang tak pernah ngajar atau tidak pegang kelas tapi dapat. Itulah masalahnya kenapa kami komplain,” sesalnya.

Sementara itu, Munir, seorang guru di Salah satu SDN di pelosok Tlogosari mengatakan, bahwa dirinya sudah konfirmasi ke Kepala Dinas Pendidikan, kenapa guru yang mengajar 24 jam di SDN terpencil itu malah tidak dapat.

“Jawaban Kadis suruh menghubungi pada Bidang yang menangani di Diknas, setelah saya konfirmasi, katanya belum turun ke Korwil masing-masing,” paparnya.

Dia juga meminta data kepada Dinas, siapa saja yang dapat. Tapi Dinas menolak karena belum ditandatangani atasan tentang data itu.

“Tapi kenap sudah dicairkan kalau belum ditandatangani. Bagaimana pengalaman data tahun kemarin, tidak ada perbaikan,” sambungnya.

Dia menilai penyaluran itu tidak tepat sasaran. Dia menanyakan Peran Diknas Kabupaten Bondowoso. Sebab yang memperoleh TF (tunjangan fungsional), justru yang tidak layak.

“Yang betul mengajar malah tidak dapat, kasusnya yang wali kelas,” katanya dengan nada geram.