BANGKALAN, Terbitan.com – Baru-baru ini sebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur kian memanas hingga beredar isu lonjakan kasus Covid terjadi usai pelaksanaan Pilkades serentak 2021, seperti apa faktanya.
Terakhir lonjakan Covid-19 memanas di tiga Kecamatan di antaranya Kecamatan Arosbaya, Bangkalan dan Kecamatan Klampis. Namun, kemarin saat dilakukan penyekatan dengan dilakukan Rapid Antigen dan Swab justru terdapat Positif di luar Kecamatan itu.
Menanggapi hal itu Humas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan Agus Sugianto Zain membantah jika lonjakan Covid-19 di Bangkalan disebut karena pelaksanaan Pilkades serentak 2021.
“Kalau dampak pilkades tidak pernah ada isu itu ya, Karena pelaksanaan pilkades yang dikawal keamanan TNI Polri sudah dilaksanakan sesuai Prokes. lonjakan kasus kan cuma di tiga Kecamatan sementara pilkades dikuti 120 desa,” ujarnya pada terbitan.com saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Senin (07/06/2021).
Dikatakannya, lonjakan Covid-19 di wilayahnya terjadi setelah libur lebaran dan kepulangan PMI ke Bangkalan, besar kemungkinan menurutnya saat libur kemarin masyarakat abaikan protokol kesehatan.
“Saat libur lebaran masyarakat Bangkalan khususnya yang wilayah pedesaan selalu diisi dengan kegiatan saling mengunjungi keluarga sehingga dimungkinkan mereka abai dengan prokes, juga dipengaruhi para PMI yang baru pulang dari Manca negara,” jelasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo Bangkalan itu menegaskan jika pelaksanaan Pilkades digelar dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
“Pasti, karena dengan prokes ternyata ada penambahan TPS, tenaga keamanan, dan juga anggaran. itu bukti kalau kita mengikuti aturan prokes,” pungkasnya.


