MUARA TEWEH, terbitan.com — Adanya beredar pemberitaan disebuah media sosial yang menyatakan permasalahan Mafia Tanah di Desa Karendan, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah yang heboh beberapa waktu lalu membuat resah warga dan Pemerintah Desa Karendan merasa dirugikan.

Untuk meluruskan informasi yang sebenarnya Pemerintah Desa Karendan yang dipimpin langsung Kepala Desa Ricy melakukan musyawarah dengan beberapa warga dan tokoh masyarakat setempat, Senin (19/7) Malam.

Tampak turut hadir dalam acara tersebut, Dino selaku kuasa pengadu atas dugaan Mafia Tanah di Polres Barito Utara bersama beberapa pengadu dari 25 pengadu yang hadir.

Saat diwawancarai wartawan yang hadir kepada Dino, dengan tegas mengatakan bahwa dirinya dapat SKT tanah dari warga berinisial Ir dan tanpa memahami langsung melapor ke Polres Barito Utara.

“Saya sampai melapor lantaran di SKT tersebut ada warga yang memilik tanah sampai ribuan Ha artinya kalau begitu kami warga Karendan tidak memiliki tanah,” ucapnya.

Diuraikan Dino setelah ia mendengarkan keterangan dari Kepala Desa terkait kepemilikan tanah tersebut baru ia paham bahwa tanah yang di miliki warga tersebut tidak seperti yang tertera di SKT maupun dipemberitaan di salah satu media online.

Disinggung wartawan terkait laporan yang sudah masuk ke Polres Barito Utara setelah Pak Dino mendengarkan Keterangan Kepala Desa maupun warga yang diduga memiliki ribuan tanah.

“Dalam waktu dekat ini saya akan mencabut laporan di Polres Barut karena ada kekeliruan dalam SKT tersebut ternyata tidak sesuai dengan fakta lapangan seperti data yang diberikan Ir ” ucap Dino.

Bukan hanya itu, Dino juga menyampaikan didalam hal pemberitaan Mafia Tanah tersebut dirinya tidak merasa bahwa sedang di wawancarai karena tidak pernah menyuruh untuk melakukan pemberitaan tersebut.

“Saya awalnya diajak ngobrol tetapi tidak bilang dari mana mereka kalaupun media mereka tidak menyebutkan bahwa wartawan,” kata Dino.

Jadi tidak ada saya menyuruh mereka memberitakan karena saat itu hanya ngobrol biasa mereka juga tidak bilang kalau mereka dari wartawan dan saat ini dan saya juga sudah meminta maaf kepada masyarakat Desa Karendan dan Kepala Desa,” tutup Dino. (Iwan)