BONDOWOSO, Terbitan.com – Bendahara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zaki Imron Humaidi S.Hi, mengungkapkan kekesalannya kepada orang yang menuduh PKB penyebab viralnya video kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Beredarnya Voice atau rekaman suara yang dinilai salah satu tindakan upaya untuk menyerang partai dan sekretaris partainya H. Tohari.

Pihaknya sudah melaporkan terkait dugaan pencemaran nama baik dan atau penyebaran kabar bohong atas pernyataannya terkait dugaan adanya PKB penyebab gaduh yang juga menyebut H. Tohari ke Mapolres Bondowoso.

H. Imron sapaan akrabnya mengatakan laporan itu akan dibuat atas nama partai. Karena semua yang bernaung, baik kader dan simpatisan dalam partai tidak terima.

“Saya sebagai anggota DPRD Bondowoso dan bendahara Fraksi PKB tidak terima rumah saya atau partai saya dijelekkan,” Kata H. Imron yang juga ketua Bapemperda, Senin (13/9/2021)

Lebih lanjut Imron bahwa tuduhan melalui voice yang masih belum diketahui namanya itu beredar di grup pesan WhatsApp. Ia anggap voice itu sangat merugikan nama baik Partai dan anggota Fraksi PKB.

“Tuduhan itu mengarah bahwa, PKB dan H. Tohari sebagai pihak lawan politik yang viralkan video dangdut Kadis Dikbud Bondowoso,” Terangnya.

Isi voice itu seperti ini, “untuk kunjungan pembinaan dibatalkan mas, polana (karena) kondisi pas tak sip sekali, pas diviralkan masalah nyanyi dan lain sebagainya, padahal nyanyi kan terserah tuan rumah, diberi musik, apa MP3 ya nyanyi, artinya kan merakyat gitu, ternyata disalah artikan oleh lawan politik, PKB dan lain sebagainya, Tohari apa itu katanya, jadi sementara kunjungan dibatalkan mas, karena hari ini menghadap Bupati, jadi insyaallah lain waktu pasti kesana.

Hal itu merupakan suatu bentuk penyebaran kabar bohong yang sangat merugikan PKB dan para anggota DPRD dari PKB.

“Jelas-jelas PKB merupakan partai yang sah. Yang legal secara hukum, konstitusional secara konstitusi,” tegasnya.

Ia menganggap, ada pihak-pihak yang ingin menjelekkan PKB dengan pembuat gaduh viralnya kepala Disdikbud. Hal itu dilakukan karena PKB merupakan partai yang kerap meraih suara tertinggi pada ajang pemilihan Bondowoso.

“Kenapa partai saya dijelekkan, karena sampai hari ini suara PKB sebagai partai di Bondowoso suara tertinggi terus,” Pungkasnya.