SANANA, Terbitan,com ||  Sejumlah paket proyek jalan di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara belum ada tanda-tanda pekerjaan dilakukan. Tidak ada material pekerjaan dilokasi tersebut

Padahal Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelontorkan dana miliaran rupih
untuk lima peket proyek pekerjaan Jalan pada 2023 ini

Selain itu, pekerjaan yang bersumber dari APBD 2023 itu sudah ada pemenang tander dan sudah pencairan 30 persen dari nilai anggaran, hingga kini belum juga dikerjakan oleh pemenang tender.

Seharusnya sudah mulai dikerjakan oleh pihak ketiga atau perusahaan yang sudah memenangkan lelang terhitung pada 07 Mei 2023.

Namun hingga Rabu (15/11/2023) sejumlah peket proyek pembangunan jalan tersebut tak ada tanda tanda pengerjaan, “ungkap sala satu oknum Pegawai Negeri Spil Dinas PU yang nama tak mau dipublikasi kepada media ini

Menurutnya, dari ke lima paket proyek tersebut adalah proyek jalan Lapisan Penetrasi (Lapen) yang berlokasi di Desa Modapuhi – Saniahaya sepanjang 3 km dengan nilai Rp 5,2 miliar sekian, Proyek pembukaan akses jalan dari Desa Saniahaya ke Modapia dengan nilai Rp 1 miliar sekian.

Kemudian Proyek jalan yang menghubungkan Desa Buya – Waikafia, Kecamatan Mangoli Selatan dengan nilai kontrak senilai Rp 3, 4 miliar sekian, proyek jalan Desa Kou dan Desa Kawata Kecamatan Mangoli Timur  dengan nilai kontrak sebesar Rp 19,8 miliar lebih (Rp 19.852.677.152).

Serta proyek jalan dari pelabuhan Sanana – Desa Waibau, Kecamatan Sanana dengan nilai kontrak senilai Rp 4, 5 miliar sekian  (Rp 4.500.000. 000.00)

Untuk itu, pihaknya meminta Aparat Penegak Hukum  segera turun gunung untuk melakukan pengawasan guna pencegahan percobaan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang menyebabkan potensi kerugian keuangan negara pada proyek pemerintah,”tegasnya