NGAWI, Terbitan.com – Menjelang Suronan (bulan Muhharam) banyak desa melaksanakan Nyadran atau biasa dikenal dengan bersih desa. Kegiatan bersih desa sendiri merupakan peninggalan leluhur yang perlu dilestarikan.

“kegiatan Nyadran merupakan agenda tahunan Selasa Kliwon guna melestarikan budaya dan juga menghormati leluhur agar kedepannya masyarakat desa ini menjadi aman nyaman, guyup rukun dan gemah ripah loh jinawi, ” Harap Supono Kades yang baru dilantik beberapa bulan lalu.

Ditengah gempuran era mordernisasi, seni Karawitan masih menjadi pilihan untuk tetap eksis,
“Ciri khas memang karawitan dan alhamdulilah ini juga milik desa sendiri jadi sekalian promosi,” Ungkapnya.

Untuk diketahui, bahwa dalam pundhen tersebut terdapat nama nama yang tertulis. Dan nama nama tersebut merupakan punggawa desa atau kepala desa yang sudah meninggal. Sehingga peziarah bisa mengirim doa saat datang berkunjung.

” Itu merupakan kepala desa yang sudah meninggal dan belum diperbarui mengingat seharusnya ada 15 nama termasuk mbah Niti almarhum belum tertulis, “jelas Supono.