Terbitan.com – Dalam budaya Jawa, malam Selasa Kliwon kerap dianggap sebagai malam yang memiliki energi mistis dan penuh misteri. Ki Cokro Witjaksono, pengasuh Pondok Siswo Raharjo di Madiun, mengungkapkan bahwa malam ini memiliki kaitan erat dengan kekuatan alam dan spiritual yang diyakini masyarakat Jawa sejak zaman nenek moyang. Minggu (27/1/2025)
Menurut Ki Cokro, malam Selasa Kliwon adalah waktu di mana “pintu” antara alam nyata dan alam gaib diyakini lebih terbuka. “Malam ini sering dianggap sakral oleh para pelaku spiritual. Banyak ritual dan laku prihatin dilakukan pada malam Selasa Kliwon, seperti meditasi, tirakat, dan doa khusus untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa malam ini memiliki nilai simbolis yang mendalam. Dalam tradisi Jawa, Selasa Kliwon sering dikaitkan dengan kehadiran kekuatan-kekuatan tak kasatmata yang berperan dalam menjaga keseimbangan dunia. “Namun, bukan berarti semua hal yang berbau gaib itu menakutkan. Justru, malam ini mengingatkan kita untuk menjaga harmoni dengan alam dan memanfaatkan momen ini untuk introspeksi diri,” tambah Ki Cokro.
Pantangan dan Ritual Malam Selasa Kliwon
Ki Cokro juga memaparkan beberapa pantangan dan ritual yang biasanya dilakukan oleh masyarakat tradisional Jawa pada malam ini. Salah satu pantangan yang sering disebut adalah menghindari bepergian jauh pada malam Selasa Kliwon. “Beberapa orang percaya, perjalanan di malam ini bisa mendatangkan halangan atau gangguan dari makhluk halus,” katanya.
Adapun ritual yang sering dilakukan antara lain pembacaan doa-doa tertentu, membersihkan benda-benda pusaka, atau melakukan tapa brata di tempat-tempat tertentu seperti hutan, gunung, atau makam leluhur. “Ini adalah bentuk penghormatan kepada leluhur dan memohon keselamatan,” ungkapnya.
Pesan Ki Cokro
Meski banyak masyarakat yang masih percaya mitos malam Selasa Kliwon, Ki Cokro mengingatkan agar tidak berlebihan dalam memahami hal ini. “Sebagai manusia, kita tetap harus mengutamakan akal sehat dan nilai spiritual yang benar. Jangan sampai kepercayaan ini menjadi sesuatu yang menyesatkan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat menggunakan malam ini untuk refleksi diri dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, alam, dan Tuhan. “Malam Selasa Kliwon bukan hanya soal hal-hal mistis, tetapi juga momentum untuk kembali ke jati diri kita sebagai makhluk yang saling terhubung dengan alam semesta,” pungkasnya.
Dengan pandangan yang bijak ini, Ki Cokro Witjaksono mengajak masyarakat untuk memaknai malam Selasa Kliwon sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dihormati tanpa meninggalkan logika dan kearifan spiritual.


