MADIUN, Terbitan.com – Menjelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Madiun terpilih, Hari Wuryanto dan dr. Purnomo Hadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun diduga masih menunjukkan sikap yang dinilai lamban. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda persiapan yang memuaskan bagi pasangan yang dikenal dengan sebutan Harmonis.
Sumber internal pasangan Harmonis mengungkapkan bahwa pergerakan para pejabat Pemkab Madiun masih terkesan hanya sebatas wacana. Salah satu hal yang disoroti adalah sinkronisasi program yang belum mencakup visi dan misi pasangan tersebut.
“Sejauh ini, sinkronisasi belum berjalan optimal dan belum mencerminkan visi misi Harmonis. Pemkab Madiun sangat lamban dalam bersikap,” ujar sumber dari lingkaran pasangan Harmonis.
Meski demikian, mundurnya jadwal pelantikan dari 6 Februari menjadi 20 Februari dianggap membawa sisi positif bagi Hari Wuryanto dan dr. Purnomo Hadi.
“Untung jadwal pelantikan diundur, kalau tidak bisa kacau,” jelasnya.
Selain itu, hingga kini belum ada pembahasan yang kondusif terkait kesiapan rumah dinas bagi Bupati dan Wabup terpilih. Bahkan, kejelasan mengenai kendaraan dinas juga masih belum ada kepastian.
“Tidak masalah jika harus memakai mobil dinas bekas, asalkan ada penjelasan yang jelas, misalnya karena ada kebijakan pemangkasan anggaran dari pusat,” ungkapnya.
Situasi ini juga telah dikomunikasikan dengan para ketua partai pengusung serta anggota fraksi di DPRD Kabupaten Madiun.
“Seluruh fraksi pengusung Harmonis sudah berkumpul di Sun Hotel, dan kami tetap mendapat dukungan penuh dari anggota fraksi pengusung,” terangnya.
Dengan sisa waktu yang ada, diharapkan Pemkab Madiun dapat bergerak lebih cepat untuk memastikan kelancaran pelantikan dan transisi pemerintahan yang lebih baik.


