Madiun, Terbitan.com– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan pemasyarakatan yang humanis dan inklusif. Salah satu wujud nyata dari transformasi layanan tersebut adalah fasilitasi pernikahan bagi warga binaan, sebagaimana yang baru saja berlangsung pada Rabu (6/2/2025).
Pernikahan tersebut melibatkan seorang warga binaan berinisial CL, yang sebelumnya menjalani masa hukuman di Lapas Magetan sebelum dipindahkan ke Lapas Kelas I Madiun. CL menikah dengan seorang warga Magetan berinisial AG dalam sebuah prosesi yang berlangsung di aula kunjungan Lapas dengan suasana khidmat dan tetap mematuhi protokol hukum serta agama yang berlaku.
Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Madiun, Budi Ruswanto, menegaskan bahwa pernikahan ini merupakan bagian dari program transformasi layanan pemasyarakatan yang berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar warga binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tetap mendapatkan hak-haknya, termasuk hak untuk menikah. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi serta mendukung reintegrasi sosial mereka setelah menjalani masa hukuman,” ujar Budi.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan pernikahan ini terwujud berkat kerja sama antara pihak Lapas, keluarga mempelai, dan Kantor Urusan Agama (KUA). Seluruh proses administrasi dan persyaratan hukum dipastikan lengkap sebelum akad nikah dilaksanakan.
Sementara itu, Staf Humas Lapas Kelas I Madiun, Singgih, menepis anggapan bahwa pernikahan tersebut berlangsung secara mewah.
“Kalau dibilang pernikahan mewah, itu tidak benar. Yang ada adalah pernikahan sederhana yang kami fasilitasi. Kami juga mendokumentasikan momen tersebut dan memberikan foto kepada keluarga sebagai kenang-kenangan,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler pada Jumat (7/2/2025).
Transformasi layanan yang dilakukan Lapas Kelas I Madiun tidak hanya mencakup pemenuhan hak administratif, tetapi juga aspek pembinaan moral dan spiritual. Melalui fasilitas seperti ini, diharapkan warga binaan dapat semakin termotivasi untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana mereka.


