NGAWI, terbitan.com – Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Ngawi kembali menimbulkan dampak serius bagi warga. Sebuah rumah di Dusun Baron, Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, dilaporkan rusak akibat sambaran petir pada Sabtu (8/3/2025) malam saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, mengonfirmasi bahwa kondisi rumah milik warga bernama Surati mengalami kerusakan cukup parah.
“Tidak ada korban jiwa, tapi kondisi rumah rusak cukup parah. Petir menyambar atap dan plafon ruang tengah,” ujar Partoyo.
Selain insiden sambaran petir, cuaca buruk di Ngawi juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai titik, yang sempat menghambat akses jalan di beberapa kecamatan.
“Ada tiga titik pohon tumbang,” tambahnya.
Peringatan BMKG: Cuaca Ekstrem Berlanjut
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, termasuk Ngawi. Peringatan ini berlaku hingga 16 Maret mendatang.
Menurut BMKG, kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya daerah pertemuan angin (konvergensi) di perairan utara Jawa Timur, yang berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan. Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) juga menjadi salah satu pemicu cuaca ekstrem.
Dengan kondisi atmosfer yang masih labil dan adanya pertumbuhan awan cumulonimbus secara masif, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam satu pekan ke depan.


