NGAWI, terbitan.com – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Lena, menyatakan keprihatinan mendalam atas beredarnya video asusila yang melibatkan seorang pelajar tingkat SMA. Kejadian ini menjadi perhatian serius, terutama dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan bebas.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami justru berharap anak bisa segera bangkit dan menata kembali masa depannya,” ujar Lena dalam pernyataan resminya melalui pesan WhatsApp, Kamis (24/4/25).
Dalam menyikapi kasus tersebut, Lena menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah aktif untuk memberikan pendampingan kepada siswa-siswi di wilayahnya. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menghadirkan narasumber yang dapat memberikan motivasi dan edukasi positif bagi pelajar.
“Kami akan lebih intens lagi mencari narasumber yang bisa memotivasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas,” tambahnya.
Menyangkut masa depan pendidikan siswa yang terlibat dalam video tersebut, Lena memastikan bahwa hak anak dalam mengenyam pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Ia menegaskan bahwa tidak ada keputusan untuk mengeluarkan siswa dari sekolah.
“Saya sudah berkonsultasi dengan pihak P3A. Sekolah tidak mengeluarkan anak tersebut. Ia tetap mendapat hak untuk pendidikannya. Ini yang utama kita lakukan,” tegas Lena.
Pihak Dinas Pendidikan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak sekolah dan orang tua, untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial anak-anak demi membangun masa depan yang lebih baik.


