MADIUN, terbitan.com — Deretan perwakilan dari Kedutaan Besar negara-negara anggota Uni Eropa melakukan kunjungan lapangan (field visit) ke Kabupaten Madiun dalam rangka mendukung proyek Asia Low Carbon Rice. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan berbasis rendah emisi karbon di Asia Tenggara.

 

Kunjungan delegasi diawali dengan peninjauan langsung ke lokasi pertanian dan penggilingan padi milik petani di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, tempat uji coba program low carbon rice dilaksanakan. Di lokasi tersebut, para perwakilan Uni Eropa melihat secara langsung praktik pertanian yang mampu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus tetap produktif secara ekonomi.

 

Usai meninjau Desa Klumutan, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban, dan disambut langsung oleh Bupati Madiun H. Hari Wuryanto (Mas Hari), Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sumanto, serta sejumlah pejabat dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

 

Dalam sambutannya, Bupati Mas Hari menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan dan kerjasama dari Uni Eropa dalam pengembangan sistem pertanian rendah karbon. Menurutnya, keberhasilan uji coba di Desa Klumutan menunjukkan bahwa konsep low carbon rice sangat memungkinkan untuk diimplementasikan secara luas di Madiun.

“Kunjungan ini merupakan bentuk kerjasama yang luar biasa. Salah satunya adalah kita bisa menciptakan low carbon rice,” ungkap Mas Hari.

 

Lebih lanjut, ia berharap praktik pertanian ramah lingkungan ini bisa diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Madiun, sehingga seluruh produksi beras lokal menjadi lebih sehat dan berkelanjutan.

 

“Harapan ke depan, semua petani bisa menghasilkan low carbon rice. Jadi makannya sedikit tapi sehat,” tambahnya.

 

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Sumanto, menjelaskan bahwa program low carbon rice tidak hanya bermanfaat dari sisi lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada aspek ekonomi dan kesehatan masyarakat.

 

“Program ini punya banyak manfaat. Tidak hanya dari sisi lingkungan, tapi juga mendongkrak ekonomi petani dan menyehatkan masyarakat,” ujar Sumanto.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Madiun telah menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Bupati untuk mendukung keberlangsungan program tersebut.

 

“Sudah kita tindak lanjuti. Perbup-nya sudah selesai, tinggal ditandatangani,” jelasnya.

 

Kunjungan delegasi Uni Eropa ini menjadi bukti nyata dukungan internasional terhadap praktik pertanian berkelanjutan dan upaya nyata Pemerintah Kabupaten Madiun dalam mewujudkan pertanian modern yang ramah lingkungan.