NGAWI, terbitan.com – Di tengah seruan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Desa Keras Wetan Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi justru menyajikan kisah yang mencengangkan. Pelantikan dua Kepala Dusun yang digelar meriah di Pendopo kantor desa. Selasa (21/10/25) bukan hanya mencuri perhatian karena jumlah tamu undangan tetapi juga karena angka fantastis dibalik proses perekrutan dan syukuran.
Dua perangkat desa yang resmi dilantik adalah Angga Rizka Pratama sebagai Kepala Dusun Keras Wetan 1 dan Imelda Widya sebagai Kepala Dusun Bayem kalang 2. Di hadapan ratusan tamu undangan prosesi pelantikan berlangsung meriah, namun dibalik itu publik terkejut ketika terungkap bahwa biaya syukuran pelantikan mencapai angka fantastis yakni Rp. 100 juta dan biaya perekrutan perangkat desa menyentuh Rp. 56, 5 juta.
“untuk biaya pelantikan Rp100 juta kami bagi berdua saya dan Imelda ini bentuk rasa syukur kami bahkan teman saya di Desa Beran saja bilang pelantikannya bisa habis Rp. 180 juta, “ungkap Angga yang dikenal publik karena perjuangannya lolos seleksi setelah 9 kali gagal dalam proses serupa sebelumnya berbanding terbalik dengan Imelda yang justru langsung lolos pada percobaan pertamanya.
Pelaksana kegiatan anggaran perekrutan Tantra Wiyata yang juga menjabat Kasi Pemerintahan Desa merinci bahwa total Rp. 56,5 juta mencakup biaya kebutuhan teknis.
“Pembelian ATK, fotocopy, pencetakan banner, pakaian seragam, sewa meja kursi, sound system dan penerangan serta honorarium tim pengisian dan tim penyusun soal,” jelas Tantra yang merupakan anggota tim pengisian perangkat desa.
Masih Tantra, honorarium diberikan kepada ketua tim sebesar Rp. 1,8 juta sedangkan sekretaris menerima Rp.1,6 juta sementara 7 anggota lainnya menerima Rp. 1,3 juta.
“Tim penyusun soal 5 orang Rp2 juta per orang, ” Imbuhnya.
Tantra menjelaskan bahwa kegiatan pelantikan dilakukan atas dasar musyawarah internal antara panitia dan para calon tanpa melibatkan musyawarah desa.
Menanggapi hal itu Kepala Desa Keras Wetan Tony Riyadi menegaskan bahwa seluruh biaya pelantikan ditanggung oleh calon terpilih. Ie memastikan tak ada dana desa yang digunakan dan pelantikan.
“ini murni bentuk syukuran pribadi biaya ini dari mereka sendiri tidak ada musdes untuk pelantikan ini semua bentuk rasa syukur dari calon yang terpilih,” jelas Tony.
Ia menambahkan acara ini sekaligus menjadi ajang menjamu tamu dan mempererat solidaritas antar perangkat desa.
“sekitar 200 undangan hadir dan seluruh tamu diberikan amplop berisi uang saku termasuk kepala desa lain se-kecamatan Geneng, kami semua kompak ini sudah menjadi tradisi kami, “tutup Kades Keras Wetan.


