NGAWI, terbitan.com – Pemerintah Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Tepat Guna (TTG) pembuatan bioloka dan isolar mikroba, yang didanai dari Dana Desa sebesar Rp10 juta.

Kegiatan yang digelar di rumah Sukarno, Dusun Simo 2, RT 002 RW 001, pada Kamis (2/7/2026) itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Puluhan warga, khususnya para petani, tampak antusias mengikuti pelatihan mulai dari penyampaian materi hingga praktik pembuatan bioloka dan isolar mikroba.

Bimtek menghadirkan narasumber dari Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Ngawi, Toha, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Khikmawati. Keduanya membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan membuat bioloka dan isolar mikroba sebagai solusi pendukung budidaya pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta mampu menekan biaya produksi.

Kepala Desa Simo yang berhalangan hadir diwakili Sekretaris Desa, Edy Widodo. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang menunjukkan semangat petani untuk terus belajar dan berinovasi.

“Antusiasme warga sangat tinggi. Harapan kami, ilmu yang diperoleh dari Bimtek ini dapat langsung diterapkan di lahan pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia,” ujar Edy.

Menurutnya, pemanfaatan Dana Desa tidak semata-mata diarahkan untuk pembangunan fisik, tetapi juga difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian desa.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberdayakan masyarakat desa agar memiliki kemampuan membuat bioloka dan isolar mikroba secara mandiri. Harapannya, ilmu yang diperoleh memberikan multiplier effect bagi masyarakat, khususnya para petani, baik dari sisi efisiensi biaya produksi maupun peningkatan hasil pertanian,” tambahnya.

Program ini, kata Edy menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Desa Simo dalam mendorong lahirnya petani yang lebih mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi tepat guna.

” Dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal, petani diharapkan mampu menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, serta memiliki daya saing yang semakin kuat,” pungkas Edy.