NGAWI, terbitan.com – Di tengah perjuangan dua balita melawan tuberkulosis (TBC), Pemerintah Desa (Pemdes) Watualang, Kabupaten Ngawi, hadir memberikan dukungan melalui santunan sembako bagi keluarga. Bantuan yang bersumber dari Dana Desa itu diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga selama mendampingi anak menjalani pengobatan yang membutuhkan waktu cukup panjang.

Dua balita penerima bantuan tersebut adalah Nabila Yuki (2 tahun) dan Azzahara (3,5 tahun). Masing-masing menerima paket sembako senilai Rp200 ribu yang diserahkan langsung oleh Kepala Desa Watualang, Anton Ponijan, Jumat (10/7/2026).

Anton Ponijan mengatakan, pemberian bantuan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan Dana Desa yang diarahkan untuk mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga yang terdiagnosis TBC.

“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga penerima. Nilainya memang tidak besar, tetapi ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Desa kepada warga yang sedang berjuang menjalani pengobatan TBC,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan sembako diberikan satu kali dalam setahun, dengan jumlah penerima disesuaikan berdasarkan hasil pendataan kasus TBC di Desa Watualang. Pada penyaluran sebelumnya, sebanyak 11 keluarga tercatat menerima bantuan serupa.

Menurut Anton, total Dana Desa Watualang tahun ini mencapai Rp373.456.000, dan sebagian dialokasikan untuk mendukung program kesehatan, termasuk pemberian bantuan kepada keluarga penderita TBC.

“Pemerintah desa ingin memastikan warga yang sedang menjalani pengobatan tetap mendapatkan perhatian. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga keluarga bisa lebih fokus mendampingi proses pengobatan hingga sembuh,” katanya.

Anton juga mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada penderita TBC. Sebaliknya, ia berharap warga bersama-sama mendukung pasien agar disiplin menjalani pengobatan sampai tuntas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap penderita TBC. Dengan dukungan keluarga, lingkungan, dan pemerintah, proses pengobatan diharapkan berjalan lancar sehingga angka kesembuhan terus meningkat,” pungkasnya.