SURABAYA, terbitan.com – Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) Ali Zainal Abidin buka suara soal kabar pembatalan bantuan Rp 2 Miliar untuk Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo. Klarifikasi itu disampaikan dalam acara silaturahmi bersama awak media di Surabaya, Minggu (12/7/2026).

Ali menegaskan, BIP tidak pernah berniat membatalkan bantuan yang sudah direncanakan sejak program BIP Tour Jatim beberapa bulan lalu.

Ia meluruskan kabar yang sempat viral. Dirinya menyebut tidak ada komunikasi sepihak dari BIP untuk menghentikan bantuan.

“Yang meminta pembatalan justru dari pihak Griya Lansia, karena menilai ada ketidaksesuaian SOP,” ujar Ali.

Bantuan Rp2 Miliar itu, kata dia rencananya disalurkan bertahap dan sebagian dalam bentuk barang. Ia mengaku kaget saat pengelola yayasan penerima tiba-tiba meminta nomor rekening BIP.

“Tidak ada angin tidak ada hujan minta nomor rekening. Ini yang jadi pertanyaan kami,” jelasnya.

Polemik lain yang mencuat adalah soal pencantuman nama pada fasilitas bantuan. Ali menjelaskan itu merupakan aturan internal BIP.

“Setiap program yang dananya full dari kami, kami sarankan memakai nama almarhumah ibunda dan almarhum ayahanda. Ini bentuk bakti anak. BANI itu singkatan Bakti Anak Nurani Ibu,” katanya.

Ia menegaskan tidak ada maksud lain selain menghormati jasa orang tua. Sejumlah lembaga binaan BIP yang sudah memakai nama tersebut antara lain Istana Tahfidz Ainun Bani Majalengka, Dapur Ainun Cirebon, Asrama Tahfidz Ainun Bani Pacet Sidoarjo, Masjid BANI Lamongan, Asrama Umar Syarif Wonoagung Pondok Rimba, dan Mushalla Ainun Bani Badur Sumenep.

Ali meminta seluruh relawan BIP tidak terpancing dan tetap fokus pada kegiatan kemanusiaan.

Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada Ketua Yayasan Griya Lansia Malang, Arif Camra.

“Pak Arif itu guru saya. Saya banyak belajar dari beliau. Ini hanya miskomunikasi kecil,” ucapnya.

Ali berharap ke depan, jika sebuah program sudah dibiayai penuh, tidak perlu lagi dibuka donasi umum untuk pos yang sama agar tidak menimbulkan kebingungan.

Di akhir pertemuan, Ali memastikan pintu komunikasi dengan pengelola Griya Lansia Malang tetap terbuka demi kebaikan para lansia dan anak yatim binaan.