PAMEKASAN, terbitan.com – Peredaran narkoba di wilayah Proppo digerebek polisi. Tim Satresnarkoba Polres Pamekasan mengobrak-abrik sebuah bilik yang diduga jadi tempat pesta dan jual beli sabu di Dusun Jenglateh Timur, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Rabu (30/9/2026) pagi.

Informasi yang dihimpun, penggerebekan sekitar pukul 09.30 WIB itu berawal dari laporan warga yang sudah sangat resah. Lokasi di belakang rumah seorang pria berinisial M (56) itu disebut-sebut kerap dijadikan basecamp transaksi narkoba.

Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, S.H., M.M., membenarkan operasi tersebut.

“Memang benar ada kegiatan di sana. Informasi dari masyarakat menyebutkan area belakang rumah M sering dipakai untuk jual beli dan nyabu. Setelah dilakukan penyelidikan, anggota langsung melakukan penggerebekan,” kata Evan.

Sayangnya saat digerebek, pemilik rumah berinisial M bersama beberapa orang lainnya berhasil kabur. Meski begitu, polisi berhasil mengamankan banyak barang bukti dari lokasi.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan di bilik timur satu klip kecil sabu seberat 0,27 gram, 5 set bong lengkap, 11 plastik klip kosong, serta 10 korek api.

Sementara di bilik barat ditemukan 4 set bong lainnya, sebuah kompor sabu rakitan dari botol kaca, dan kotak kayu.

Tak hanya itu, dari dalam rumah, polisi juga menyita dua unit HP yakni iPhone dan Oppo, serta sejumlah senjata tajam berupa satu celurit, satu pisau, dan tiga buah keris.

Paling mencolok, ada 9 unit sepeda motor yang ditinggalkan di sekitar bilik dan diduga milik para pembeli atau pemakai yang kabur. Rinciannya 4 unit Beat, 3 unit Vario, 1 unit PCX dan 1 unit Scoopy dengan berbagai nopol M, S, dan B.

“Barang bukti sabu sudah kami kirim ke Labfor Polda Jatim di Surabaya untuk diuji. Saksi-saksi sudah kami periksa dan sudah gelar perkara untuk naik penyidikan,” jelas Evan.

Saat ini, M (56) telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Tim Opsnal Satresnarkoba masih terus melakukan pengejaran dan pengembangan jaringan.

Polisi juga menghimbau agar M segera menyerahkan diri dan meminta masyarakat tidak takut melapor jika mengetahui peredaran narkoba di lingkungannya.