NGAWI, terbitan.com – Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi melaksanakan Ekspose Data dan Perencanaan Kerja Sama Kegiatan Penanganan Akses Reforma Agraria di Kantor Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi sekaligus menyusun perencanaan penanganan akses reforma agraria agar program yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan ekspose data sebagai bagian dari proses identifikasi potensi, kebutuhan, serta peluang pengembangan akses bagi masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan reforma agraria.

Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam menyusun bentuk kerja sama dan rencana kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi serta potensi di lapangan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi Eksam Sodak mengatakan, penanganan akses reforma agraria tidak hanya berorientasi pada persoalan pertanahan, tetapi juga bagaimana tanah yang dimiliki masyarakat dapat memberikan nilai tambah dan mendukung peningkatan kesejahteraan.

“Melalui ekspose data dan perencanaan kerja sama ini, kami ingin memastikan program penanganan akses reforma agraria benar-benar disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah desa, masyarakat dan stakeholder lainnya menjadi sangat penting,” ujar Eksam Sodak.

Menurutnya, penguatan data menjadi langkah awal untuk menentukan bentuk pemberdayaan dan pengembangan ekonomi yang tepat bagi masyarakat sasaran.

“Kami berharap kerja sama yang dibangun nantinya tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat diwujudkan dalam program yang produktif, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Penanganan akses reforma agraria merupakan bagian penting dalam pelaksanaan reforma agraria. Program tersebut tidak hanya diarahkan pada penguatan kepastian hak atas tanah, tetapi juga mendorong agar tanah yang telah dimiliki masyarakat dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara optimal.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pemerintah desa, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk memastikan program yang direncanakan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan memiliki keberlanjutan.

Melalui kegiatan ekspose dan perencanaan kerja sama ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi mendorong pemetaan potensi serta penyusunan langkah strategis yang dapat mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran.

Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi berkomitmen untuk terus memperkuat pelaksanaan reforma agraria melalui pendekatan kolaboratif. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat membuka akses masyarakat terhadap berbagai peluang pengembangan ekonomi, pemberdayaan, serta pengelolaan tanah secara produktif dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Bangunrejo Kidul menjadi salah satu langkah dalam membangun kerja sama yang lebih terarah dalam penanganan akses reforma agraria di Kabupaten Ngawi.

Dengan penguatan data, perencanaan yang tepat, dan kolaborasi berbagai pihak, reforma agraria diharapkan tidak berhenti pada aspek legalisasi atau kepastian hak atas tanah, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.