BONDOWOSO, terbitan.com – Pemerintah Kabupaten Bondowoso, merencanakan akan membangun gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Koesnadi. Dengan anggaran pembangunan sekitar Rp 154 miliar.
Kunjungan kerja (Kunker) Bupati Bondowoso, Drs. Salwa Arifin dan Wabup Drs. Irwan Bachtiar Rahmat, di RSUD. Hal itu disampaikan langsung oleh direksi RSUD setempat, serta pihak terkait lainnya, di aula RSUD, Senin (25/3/2019).
Menurut Wabup Irwan, bahwa rapat kali ini mendengarkan pemaparan dari para direksi RSUD dr H.Koesnadi, mengenai pelayanan dan rencana pembangunan gedung baru yang sangat representatif,” katanya, usai pertemuan tertutup dengan pihak RUSD.
Ketika pertemuan tadi, ada dua opsi yang ditawarkan, yakni merehap gedung yang sudah ada atau membeli lahan baru untuk membangun gedung baru. Pihaknya lebih menyarankan membangun tempat yang baru, beli tanah baru di tempat baru.
“Ketika sudah membangun tidak mengganggu pelayanan di RSUD, dan pada tahun 2020 sudah mengadakan pembebasan lahan yang diinginkan. Kita adakan rapat ini, karena kita ingin punya rumah sakit representatif,” paparnya.
Sementara ditempat yang sama, Direktur RSUD dr. Koesnadi, Suharto mengatakan, pihaknya sering mendapatkan keluhan dari pasien yang tidak mendapatkan tempat. Pasalnya, sebagian tempat sudah penuh.
Diakui saat rapat muncul dua alternatif, yakni melakukan bongkar bangunan lama atau membeli lahan baru untuk membangun RSUD dr. Koesnadi yang baru. Sejatinya, ketika membongkar bangunan lama, dan hanya bisa membangun ke atas (lantai red) tidak bisa ke samping.
“Pak Wabup tadi, alternatifnya ya beli lahan, malah lebih murah. Ongkos bongkar dan beli lahan malah lebih murah mana? Ya lebih murah beli lahan baru,” jelasnya.
Lanjut Suharto, ketika pengurusan AMDAL, dijelaskan ruang terbuka hijau di rumah sakit daerah 20 persen. Sementara aset di RSUD berasal dari berbagai sumber dan ini sangat tidak mudah
Selain itu, rapat ini tujuannya untuk mendapatkan saran terkait sumber pembiayaan juga. Pihaknya berharap realisasi untuk pembangunan gedung baru RSUD bisa dilakukan 2 – 3 tahun ke depan.
“Kami tadi minta saran, alternatif sumber pembiayaan, atau sumber dari DAK pusat. Karena kalau tidak ini, bisa off out date juga ini. Mungkin nanti kita bagi-bagi lagi, mana yang dari pusat, APBD dan Provinsi,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan