MANGGARAI TIMUR, terbitan.com – Badan Akreditasi Nasional Provinsi NTT melakukan sosialisasi akreditasi bagi sekolah/madrasah di Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Sabtu (13/4/2019) bertempat di aula SMAK Pancasila Borong.
Berdasarkan data yang dihimpun tim IT Badan Akreditasi Nasional (BAN) hingga saat ini progress pengisian dan pengiriman SisPenA (Sistem Penilaian Akreditasi) online dari Kabupaten Manggarai Timur baru 12,78% atau 29 sekolah/madrasah dengan rincian pengajuan baru 24 sekokah/madrasah dan re-akreditasi 5 sekolah/madrasah.
Hal itu disampaikan Adrianus Mulyadi, S.Pd, Koordinator Pelaksana Akreditasi Sekolah/Madrasah Kabupaten Manggarai Timur kepada terbitan.com, Sabtu (13/4/2019) di sela-sela kesibukannya dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Dikatakan Mulyadi, akreditasi sekolah/madrasah merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan suatu sekolah/madrasah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk sertifikat dan pengakuan peringkat kelayakan yang ditetapkan oleh suatu lembaga mandiri dan profesional.
Urgensi pelaksanaan sosialisasi akreditasi di Manggarai Timur demikian Mulyadi karena sekolah/madrasah di Manggarai Timur belum memahami cara pengisian SisPenA secara online, oleh karenanya pihaknya melakukan kegiatan sosialisasi akreditasi.
Namun demikian dirinya mengakui proses pengisian SisPenA secara bagi sekolah/madrasah di pelosok-pelosok Manggarai Timur terkendala jaringan telekomunikasi. Dirinya mengharapkan agar pemerintah pusat segera mengintervensi permasalahan tersebut.
“keberadaan jaringan telekomunikasi di pelosok-pelosok juga menghambat proses pengisian SisPenA. Saya harapkan kalau boleh dibangun tower pemancar sinyal di pelosok-pelosok Manggarai Timur” harapnya.
Bagi para peserta kegiatan sosialisasi akreditasi sekolah/madrasah Kabupaten Manggarai Timur, dirinya mengharapkan agar setelah kegiatan tersebut para peserta memahami manfaat akreditasi bagi sekolah/madrasah, memahami syarat yang harus dipenuhi oleh sekolah/madrasah yang akan diakreditasi dan memahami langkah yang dilakukan dalam mengisi dan mengirim SisPenA sekolah/madrasah secara online sesuai panduan.
Manggarai Timur kata Mulyadi diberi kuota 227 sekolah/madrasah untuk proses akreditasi. Dikatakannya, prioritas utama akreditasi di NTT untuk sekolah/madrasah yang belum pernah diakreditasi dan selanjutnya dilakukan proses re-akreditasi bagi sekolah/madrasah yang sudah pernah akreditasi. namun kata Mulyadi proses akreditasi tetap mengacu pada delapan Standard Nasional Pendidikan (SNP).
“setelah kami keliling Manggarai Timur, kebanyakan sekolah/madrasah terkendala pada sarana/prasarana. Kriteria akreditasi sarana prasarana tidak boleh kurang dari 61. Harapannya, sekolah/madrasah di Manggarai Timur memenuhi delapan standard nasional pendidikan” ungkapnya.

Pemateri dalam kegiatan tersebut antara lain; Jarwoto, Lukas Keyn, Mikael Jeramu, dan Aloysius Hanubeo.
Informasi yang dihimpun terbitan.com kegiatan sosialisasi akreditasi sekolah/madrasah di Manggarai Timur diikuti 45 orang kepala sekolah/madrasah yang terdiri dari 15 kepala SD/MI, 15 kepala SMP/MTs dan 15 kepala SMA/MA. Sementara itu biaya kegiatan sosialisasi akreditasi tersebut bersumber dari APBD Provinsi NTT Tahun 2019.



Tinggalkan Balasan