PAMEKASAN, Rabu (05/06/2024)| Terbitan.com – Bea Cukai Madura bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Pamekasan, melakukan sosialisasi barang kena cukai serta edukasi soal jenis rokok ilegal.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (05/06/2024), di salah satu Hotel Jalan Jokotole Pamekasan ini mengangkat ‘Budayakan Peredaran Rokok Legal’, dengan dihadiri Pj Bupati Pamekasan Masrukin yang diwakili oleh Pj Sekda Achmad Faisol, Bea Cukai Andru, Pimpinan dari 13 Perguruan Pencak silat, wasit, pelatih sekabupaten, Pengurus IPSI dan 160 anggota pencak.
Pj Sekda Pamekasan Achmad Faisol mengatakan, sesuai dengan Permenkeu Nomer 2 tahun 2021 penggunaan dan evaluasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) merupakan dana yang di alokasikan kepada APBN kepada daerah
“DBHCHT merupakan dana yang di alokasikan kepada APBN kepada daerah berdasarkan angka persentase tertentu dari pendapatan negara untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan daerah dalam pembangunan,” papar Pj Sekda Faisol.
Menurutnya, cukai hasil tembakau merupakan pungutan yang dikenakan atas barang kena cukai tembakau yang meliputi, Cigarete, cerutu, rokok daun, tembakau iris, dan hasil pengolahan rokok lainnya.
“Dana dari DBHCHT di Pamekasan dapat di rasa oleh masyarakat melalui program UHC. Sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat Pamekasan pengobatan gratis (UHC) pembangunan fasilitas umum, operasional kesehatan, pengadaan alat kesehatan, bantuan sosial untuk pelaku pertembakauan dan lainnya,” paparnya.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan kelompok lainnya, dengan harapan meningkatkan kepedulian dan partisipasinya untuk berperan aktif penekanan rokok ilegal.
“Sesuai tema sosialisasi ini mengajak kepada masyarakat Budayakan Peredaran Rokok Legal, dapat memberikan dorongan untuk menekan rokok ilegal,” imbuhnya.
Menurut Faisol, barang kena cukai ilegal sangat mengganggu pemasaran dari produk-produk barang kena cukai yang diproduksi oleh produsen-produsen yang tertib administrasi dan patuh dengan perturan yang berlaku.
“Dengan ini harapan rokok ilegal dapat ditekan dan semakin berkurang kedepannya,” imbuhnya.


