BONDOWOSO, Terbitan.com – Memperingati Malam Nuzulul Qur’an di pendopo Bupati Bondowoso, Kamis (23/5/2019) malam. Pelaksanaan tersebut oleh Pemerintah daerah, Polres dan Kodim 0822 Bondowoso.
Mungkin baru kali ini kata bupati Salwa, memperingati Nuzulul Qur’an dilaksanakan oleh tiga komponen. Ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat mendukung, bidang keamanan, bekerjasama dengan Kapolres dan Pak Dandim.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres dan Pak Dandim atas kerjasamanya, terutama menjelang penghitungan Pemilu Pilpres. Alhamdulilah, Bondowoso tetap aman dan kondusif,” tutur bupati Salwa.
Walaupun pihaknya melihat berbagai kejadian di pemberitaan Jakarta sangatlah mengerikan. Berkat kekompakan yang dibangun antara Pemkab, TNI-Polri, Bondowoso tetap aman dan kondusif.
Keamanan merupakan salah satu tujuan untuk membangun daerah dan negeri ini. Tanpa keamanan tidak akan terealisasi dengan baik.
“Nabi Ibrahim yang pertama meminta kepada Allah SWT adalah keamanan. Kita tidak ingin seperti di Jakarta. Walaupun kerusuhan hanya dua hari, tapi dampak kerugiannya sangat besar,” urainya.
Bupati Salwa menyebut banyak hikmah yang bisa diambil dari peringatan Malam Nuzulul Qur’an, salah satunya untuk menciptakan kebaikan.
“Jadikanlah Al-Qur’an pedoman kita. Agar kita mampu memplementasikan isi Al-Quran dan bisa mengantarkan kita ke surganya Allah SWT. Jangan Al-Quran dijadikan kedok kekerasan, kejahatan dan memfitnah,” pungkasnya.
Sementara AKBP Fersiansyah, Kapolres Bondowoso mengatakan panca Pemilu terjadi kerusuhan. Itu merupakan bencana bagi negeri ini.
“Kita ketahui bersama, sejak tanggal 21-22 Mei telah terjadi unjuk rasa di Ibu Kota negara kita. Disini saya selaku Kapolres tidak ingin terjadi seperti yang kita lihat bersama di media,” ungkap Febriansyah.
Alhamdulilah, di Bondowoso cukup aman, kondusif berkat doanya para kiai dan semua masyarakat hingga kita bisa seperti ini.
Sebagai gambaran saat ini di Jakarta, TNI-Polri mendapatkan serangan, sejak meninggalnya perusuh yang disebabkan oleh peluru tajam dan hal-hal diluar pada dugaan.
Karenanya, pada saat kejadian ada pihak-pihak yang menunggangi hingga terjadinya kondlik seperti itu. Awalnya, biasa saja, ada shalat tarawih dan buka bersama.
Setelah itu, tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengatas namakan pendemo, padahal bukan. Ia memanfaatkan moment tersebut hingga terjadinya gesekan antara aparat pemerintah dengan perusuh tersebut.
“Kejadian itu tidak perlu kita tiru, saya berharap kepada seluruh masyarakat selalu berdoa supaya kita aman dan terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. Saya bersama Pak Dandim selalu senantiasa bersinergi dan Pak wakil Bupati selalu mendukung kami untuk menciptakan Bondowoso ini aman, tertib dan kondusif,” urainya.
Melalui peringatan Nuzulul Quran, masyarakat bisa menggali banyak inspirasi kebaikan. Termasuk inspirasi untuk meneguhkan persatuan bangsa.
“Inspirasi untuk menciptakan kebaikan, dan tidak membuat kerusakan. Tugas kita adalah membangun tatanan sosial yang rukun, tatanan sosial yang damai, serta yang meningkatkan kesejahteraan dan keadilan,” tandasnya.
Hadir diacara Bupati Salwa Arifin, Kapolres Bondowoso AKBP Ferdiansyah, Dandim 0822 Letkol Inf Tarmuji, tokoh agama, tomas, seluruh Kades, Camat dan suluruh OPD.



Tinggalkan Balasan