BONDOWOSO, Terbitan.com – Bupati Bondowoso Drs. KH. Salwa Arifin meninjau pelaksanaan ujian seleksi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (PPPK) di Kabupaten Bondowoso sebanyak 2032 orang, Kamis, (16/9/2021).
Pelaksanaan ujian seleksi P3K itu digelar di tiga tempat yang dimulai 13-17 September 2021 digelar di tiga titik berbeda.
Yakni di SMA Negeri 2, tes juga dilaksanakan di SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 3 Bondowoso.
Sejatinya, sebanyak 54 orang mengundurkan diri dan 10 orang lainnya tidak hadir karena ikut tahap II pada Oktober nanti.
Turut hadir dalam munitoring tersebut Asnawi Sabil Kepala BKD Bondowoso dan Sugiono Eksantoso, Kadis Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud).
Sebelum peserta melaksanakan ujian terlebih dahulu mereka diberikan arahan dan bimbingan oleh Bupati
Dalam arahannya Bupati Bondowoso Drs. KH Salwa Arifin menyampaikan selamat kepada para peserta yang mengikuti seleksi ujian P3K semoga bapak atau ibu berhasil.
Menurutnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso (Disdikbud) akan melakukan pemetaan.
Tujuannya untuk menyebar guru yang lolos tes ke masing-masing lembaga yang membutuhkan, bahkan hingga ke pelosok pedesaan.
“Sekarang masih belum kita petakan. Saya inginkan, daerah pinggiran juga diperhatikan, tidak hanya di kota,” Ungkap bupati Salwa saat meninjau pelaksanaan tes seleksi P3K di SMA Negeri 02 Bondowoso
Sementara itu, Kepala BKD Bondowoso, Asnawi Sabil menerangkan bahwa untuk mencukupi kebutuhan guru di Bondowoso, maka sebarannya harus merata di semua daerah yang membutuhkan.
” Standar kompetensi, standar kualifikasi guru ada pemerataan sehingga tidak ada lagi daerah yang tenaga gurunya terbatas, kualifikasinya minus, di kota sangat unggul di daerah-daerah tertentu minus,” Ujarnya.
Lanjut Sabil, kebutuhan tenaga pendidik menyesuaikan dengan Dapodik ( Data Pokok Pendidikan ). Data tersebut akan terus diperbaharui seiring banyak guru yang memasuki masa pensiun.
Jumlah yang ikut seleksi rupanya melebihi kuota yang disediakan pemerintah yakni 1918 peserta. Adapun, kebutuhan guru sendiri merata di berbagai mata pelajaran baik di tingkat SD-SMA.
” Dinamika guru kan ada yang pensiun kapan saja. Karena bagaimanapun banyak guru yang menjelang purna bakti,” Pungkasnya.


