Terbitan.com – Di tengah maraknya produk skincare yang menjanjikan hasil instan, Nezma Skincare tampil beda dengan pendekatan berbasis formula premium dan uji klinis ketat. Brand yang digawangi oleh Nur Komariyah, A. Md. Keb ini dikenal sebagai “klinik pelabuhan” bagi pasien yang mengalami kerusakan kulit akibat produk lain.
“Kami bukan klinik untuk pemula. Rata-rata pasien kami datang setelah kulitnya bermasalah. Makanya formula kami harus 10 kali lebih kuat dari produk biasa,” ujar Nur Komariyah, Owner Nezma Skincare, Selasa (28/10/2025).
Produk kecantikan yang berlokasi di Ketapang, Sampang, Madura ini tidak sekadar makluon ke pabrik. Setiap produknya dirancang dengan formula khusus yang disusun bersama formulator profesional dari luar. Prosesnya pun tidak instan—satu produk bisa butuh waktu 1 hingga 2 tahun sebelum dirilis, melalui revisi hingga 20 kali dan uji coba langsung ke manusia (human test), bukan hewan.
“Kami punya rumus sendiri, bukan pasrah ke pabrik. Semua formula kami uji langsung ke manusia dan disesuaikan dengan iklim serta target market, terutama di Jawa Timur,” jelas Perempuan yang akrab disapa Bu Riya tersebut.
Nezma Skincare juga telah mengantongi berbagai sertifikasi dan penghargaan bergengsi, mulai dari top brand, top klinik, hingga top produk terbaik. Nur sendiri merupakan lulusan diploma Carla Aesthetic Institutes sejak 2019, serta pernah meraih penghargaan sebagai top woman karir versi award.
“Kalau dibutuhkan, saya bisa lampirkan semua sertifikat dan piala penghargaan. Kami sangat serius menjaga kualitas,” tegasnya.

Produk Nezma dirancang untuk memperbaiki, bukan sekadar mempercantik. Menurut Nur, 80% pasien yang datang ke kliniknya adalah mereka yang sudah bingung harus ke mana lagi setelah mengalami efek samping dari produk lain.
“Nezma itu bukan asal-asalan. Kami hadir untuk memperbaiki kulit yang sudah rusak, bukan sekadar ikut tren,” katanya.
Ia juga mengingatkan konsumen agar lebih selektif dalam memilih produk skincare. Menurutnya, banyak produk berlabel BPOM yang ternyata palsu atau hasil kloning NA.
“BPOM belum tentu aman kalau dikloning. Kami pastikan produk Nezma asli dan terdaftar resmi,” tutupnya.


