BONDOWOSO, terbitan.com – Maraknya kasus predator pelecehan seksual pada anak dibawah umur di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, akhir-akhir ini membuat prihatin berbagai kalangan.
Pasalnya, bisa disebut darurat kekerasan seksual pada anak. Sebab, pada tahun 2019 hingga pertengahan bulan April ini saja, terjadi 7 kasus pemerkosaan anak di bawah umur.
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindingan Anak, Apipudin Mustopa, dari Dinas PPKB Bondowoso mengatakan, banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi saat ini sangat memprihatinkan. Dan harus ada pencegahan dari semua stakeholder terkait.
Utamanya menimpa anak-anak dibawah umur, harus menjadi kewaspadaan semua elemen masyarakat, tokoh agama,pemerintahan dan penegak hukum di Bondowoso.
“Bertambahnya kasus predator anak dibawah umur belakangan ini. Kita bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, melakukan pembinaan dengan serius, guna pencegahan agar tidak terulang lagi,” ujarnya.
Untuk mencegahnya kata Apipudin, sebelumnya melalui sosialisasi sudah bergerak di masyarakat melalui kader P3PD. Bahkan, sampai saat ini terus berlanjut guna membentengi kasus predator anak ini terjadi lagi.
“Kader militan dari penyuluh KB secara dor to dor sudah mempunyai pembekalan. Artinya sejauh mana peran dari keluarga terhadap ketahanan keluarganya, mulai dari pendidikan, pengasuhan,” katanya.
Lanjut Apipudin, mengakui maraknya kejadian ini tidak dipungkiri dengan adanya perkembangan tehnologi yang semakin canggih. Seperti media sosial yang ketahanan keluarga masih belum memantau kearah itu.
“Imbauan kami kepada masyarakat, khususnya kepada orang tua untuk sayangi anak, bimbinglah anak dan jadilah keluarga yang berkarakter. Yaitu keluarga yang religius, yang mengerti akan masa depan anak-anaknya,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan