NGAWI, terbitan.com – Polemik antara Keenan alias Indah Pratiwi, pemilik karaoke Ladies K, dengan seorang wartawan bernama Titik akhirnya berujung damai. Setelah sempat memanas akibat tudingan dugaan permintaan uang bulanan hingga rencana menempuh jalur hukum, kedua pihak memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Momen perdamaian itu terlihat saat Keenan dan Titik bertemu di salah satu kafe di Ngawi, Senin (11/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya tampak berbincang santai dan berswafoto bersama sebagai simbol berakhirnya ketegangan yang sebelumnya ramai menjadi perhatian publik.

Keenan mengaku telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Titik, termasuk membuat video klarifikasi terkait polemik yang berkembang. Ia berharap hubungan baik yang sebelumnya sempat renggang dapat kembali terjalin.

“Dulu kami berteman baik. Saya mohon maaf apabila ada salah kata maupun sikap yang kurang berkenan. Ke depan saya akan berkomunikasi lebih baik lagi,” ujar Keenan kepada terbitan.com.

Di sisi lain, Titik yang sebelumnya membantah tudingan adanya permintaan upeti maupun atensi, mengaku menerima permintaan maaf tersebut dengan lapang dada. Ia memastikan persoalan itu tidak akan berlanjut ke ranah hukum.

“Karena pemilik Ladies K sudah meminta maaf dan membuat video klarifikasi, ya sudah saya maafkan,” kata Titik.

Sebelumnya, polemik mencuat setelah Keenan mengaku diminta memberikan uang bulanan sebesar Rp2 juta oleh oknum wartawan. Pernyataan itu muncul setelah usaha karaoke dan hall miliknya di Jalan Ringroad, Desa Klitik, Kecamatan Geneng, menjadi sorotan publik dan ramai diberitakan.

Keenan mengaku merasa dirugikan karena usaha yang baru beroperasi sekitar 10 hari itu sudah mendapat perhatian luas hingga sempat dikabarkan akan ditutup. Ia juga menyebut telah memenuhi panggilan klarifikasi dari aparat kepolisian maupun Satpol PP dengan membawa dokumen legalitas usaha.

Namun tudingan tersebut langsung dibantah oleh Titik. Ia menegaskan bahwa seluruh pemberitaan yang dibuat merupakan bagian dari kerja jurnalistik berdasarkan data dan fakta yang dimiliki.

“Kalau memang ada tudingan seperti itu harus disertai bukti yang jelas. Saya tidak pernah meminta atensi ataupun uang bulanan,” tegasnya saat polemik berlangsung. Titik bahkan sempat mempertimbangkan langkah hukum karena merasa nama baik profesinya ikut terseret.

Meski demikian, setelah adanya komunikasi dan saling meminta maaf, kedua belah pihak sepakat menyudahi persoalan demi menjaga hubungan baik dan situasi tetap kondusif. Dengan berakhirnya polemik tersebut, Keenan maupun Titik berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di kemudian hari serta semua pihak dapat lebih mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan.