MADIUN, terbitan.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupatan Madiun tahun ini sedang melakukan renovasi sejumlah gedung sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).
Dari data yang dihimpun media ini, setidaknya ada 12 gedung atau ruang kelas SDN dan 10 gedung SMPN yang sedang direnovasi. Salah satunya pekerjaan kontruksi revitalisasi sekolah di SMPN 2 Mejayan.
Baru saja dikerjakan, proyek revitalisasi SMPN 2 Mejayan yang menelan anggaran 3,5 milyar rupiah tersebut sudah mendapat sorotan dari pegiat anti korupsi. Pasalnya, pengerjaannya diduga tidak sesuai gambar perencanaan.
“Kemarin pas saya ke lokasi kedalaman strauss nya ada yang 80 cm ada yang 120 cm. Dan itu sudah terpasang besi. Ada lagi campuran untuk pasang batu pondasi, saya remas sama tangan aja hancur. Saya duga campurannya kurang semen,” ujar Heri Purnomo, anggota LSM Gempur DPD Jatim, sambil menunjukan beberapa vidio.
Dihubungi terpisah, Zainul salah satu perwakilan dari CV Mitra Karya Abadi pemenang tender milyaran tersebut membenarkan ada beberapa titik Strauss yang kedalamannya kurang dari 2 meter. Hal itu disebabkan karena kendala dilapangan.
“Menurut kami sudah (sesuai gambar) memang sebagian kalau kena batu tak sampai 2 meter, tapi didata. Nanti ada CCO (Contract Change Order) dialihkan ke pekerjaan lainya,” ujar Zainul melalui pesan WhatsApp, Rabu (3/9/2025).
Zainul juga menjelaskan, setiap tahapan pekerjaan revitalisasi SMPN 2 Mejayan itu selalu berkoordinasi dengan konsultan pengawas. mulai dari campuran semen dan juga pembesian.
”Untuk campuran pasangan sudah sesuai prosedur pasir pun sesuai spek dari Blitar. Kalau besi sudah sesuai, kami selalu konfirmasi sama konsultan. Sambungan besi juga dikasih hak,” tambahnya.
Peryataan berbeda disampaikan Direktur CV Caraka Dadang, selaku konsultan pengawas revitalisasi SMPN 2 Mejayan saat ditemui dikantornya, Rabu (3/9/2025). Kata Dadang, jika kedalaman Strauss kurang dari 1 meter seperti yang disampaikan itu benar maka akan berpengaruh pada kontruksi bangunannya.
“Strauss yang kurang dalam itu kata tim saya belum selesai. Tapi, kalau ternyata sudah dipasangi besi seperti itu harusnya sudah selesai, itu salah berarti. Bisa mengurangi kontruksi kalau tidak sesuai perencanaannya,” kata Dadang setelah melihat rekaman vidio kondisi pekerjaan.
Menurut Dadang, jika rekaman vidio yang diperlihatkan itu benar semua, pihaknya akan menghitung ulang kontruksi pondasi. Karena Strauss adalah bagian vital untuk sebuah bangunan.
“Strukturnya nanti akan kita akan hitung ulang dengan kedalaman pondasi yang sudah kita kerjakan yang tidak sesuai perencanaan itu,” tambahnya
Sedangkan vidio yang memperlihatkan campuran pasangan batu pondasi yang mudah dihancurkan menggunakan tangan itu, Dadang menduga tidak sesuai takaran.
“Kalau untuk pondasi campurannya 1 banding 5. kalau seperti itu jelek itu, jelas jelek itu,” tutup Dadang, sambil menjelaskan pasangan batu kali itu tidak berpengaruh besar pada kontruksi betonnya. Karena fungsi pasangan batu kali itu untuk penahan tanah.
Rabu, 3 September 2025 19:20 WIB


