BARITO UTARA – Terbutan.com || Pemerintah Desa Malawaken, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa kepada 53 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Desa di aula desa setempat, Selasa (19/11/2024).

Adapun hadir dalam kegiatan itu, Kasie Pemerintahan Kecamatan Teweh Baru mewakili Camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa, Ketua BPD serta anggota, Kepala Desa Bersama Perangkat Desa dan serta Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD).

Bantuan yang bersumber dari Dana Desa tersebut disalurkan untuk Enam Bulan sekaligus (Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember). Masing-masing KPM menerima uang tunai senilai Rp.300.000 setiap bulan,-.

Pengalokasian anggaran Dana Desa untuk kegiatan BLT mendasar Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 146 Tahun 2023 tentang Pengalokasian Dana Desa Setiap Desa, Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024.

Syahnudin selaku Kepala Desa Malawaken mengatakan bahwa agar yang menerima BLT ini bisa memanfaatkan sebaik mungkin, karena untuk tahun 2025 kemungkinan ada perubahan yang bisa mendapatkan BLT-DD.

“Jadi mulai sekarang setiap RT untuk mendata kembali warganya yang benar benar menerima sesuai kategori, menurut bocoran bahwa BLT untuk tahun 2025 ini persentasenya mengalami penurunan dari tahun kemarin,” kata Syahnudin dengan nada sedih.

Menurutnya, kalau itu terjadi sebagian warga yang pernah menerima BLT, kemungkinan tidak akan mendapatkan Bantuan tersebut karena terkait kebijakan pak Presiden yang baru.

Oleh sebab itu, diminta bagi warga yang menerima BLT-DD terakhir ini, agar bisa menggunakan bantuan tersebut sebaik mungkin dan bermanfaat penggunaannya jangan sampai berfoya-foya.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Malawaken Muliadi menjelaskan KPM penerima BLT-DD untuk tahun anggaran 2024 ini adalah merupakan penerimaan terakhir penyaluran terakhir khususnya dari bulan Juli sampai Desember berarti 6 bulan.

“Sebagaimana diucapkan oleh bapak kepala desa tadi agar dana yang diterima itu bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dimana pada tahun 2025 ada pengurangan penerima KPM BLT-DD mungkin sekitar 15 persen untuk tahun akan datang dari tahun sebelumnya 25 persen KPM,” tukasnya