PAMEKASAN, terbitan.com – Ratusan siswa dan guru SMK Kesehatan Nusantara terdampak setelah sekolah tersebut disegel akibat sengketa lahan. Warga dan wali murid mendesak agar persoalan diselesaikan lewat musyawarah, bukan tindakan sepihak.

Keluhan muncul setelah kabar beredar bahwa beberapa siswa asrama sempat tidak bisa keluar dari area sekolah saat penyegelan berlangsung. Kondisi ini h disebut-sebut oknum mantan pengurus yayasan berinisial AN,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.

Pemerhati pendidikan di Pamekasan menegaskan, fasilitas pendidikan seharusnya tidak diperlakukan seperti aset dagang biasa. Kepentingan siswa harus diprioritaskan sebelum ada langkah hukum atau fisik yang diambil.

Senada dengan itu, sejumlah wali murid mempertanyakan alasan sengketa kepemilikan tanah tidak diselesaikan melalui jalur hukum yang lebih beradab.

“Ada anak-anak yang sedang belajar di sana. Jangan sampai konflik orang dewasa mengorbankan masa depan mereka. Semua proses harus dijalankan dengan cara yang manusiawi,” kata salah satu orang tua siswa.

Hingga berita ini dibuat, pihak SMK Kesehatan Nusantara belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi ke kepala sekolah juga belum mendapat jawaban.

Masyarakat kini mendesak keterbukaan informasi dari semua pihak yang terlibat. Mereka berharap sengketa cepat selesai agar proses belajar mengajar bisa berjalan normal kembali.