BONDOWOSO, Terbitan.com – Wakil Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Irwan Bachtiar Rahmat menyambut kedatangan Desty Arina Putri di ruang kerjanya.

Penghargaan itu semakin spesial, karena ketika Desty menerimanya bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin 28 Oktober 2019.

Desty sapaannya tak lain adalah siswi jurusan ATPH SMK PP Negeri 1 Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, yang telah berhasil menyabet Juara 3 Bidang Inovasi Teknologi Pemuda Pelopor 2019, di Tingkat Jawa Timur.

Wabup Irwan, menyambut Desty pada Selasa (29/10/2019), guna memberi support kepada siswi yang bersangkutan. Supaya yang didapat saat ini, menjadi contoh bagi siswa-siswi yang lain di Bondowoso.

“Terima kasih sudah mengharumkan nama Bondowoso, keberhasilan ini menjadi inspirasi anak-anak muda Bondowoso. Sejatinya, untuk terus berkarya menuju Bondowoso Melesat,” ungkap Wabup.

Berita sebelumnya, Bahwa hadiah diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj Khofifah Indar Parawansa. Saat itu, Desty sapaannya didampingi guru pembimbingnya Mirza Marditasari, dan Dian Isyarini Pemiluwati.

Dalam kompetisi itu, Desty membuat produk bernama Pupuk Organik Cair (POC) SUSIKU, yang bermanfaat bagi pertumbuhan buah dan bunga.

Menurut Desty, POC SUSIKU disosialisasikan kepada petani sekitar rumahnya di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso sembari ditemani ayahnya, yang kebetulan seorang PPL Dinas Pertanian.

“Kebermanfaatan POC SUSIKU terhadap petani dan masyarakat, itulah yang mengantar saya menjadi juara ketiga, di ajang Pemuda Pelopor tingkat Jawa Timur tahun ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMK PP Negeri 1 Tegalampel Bondowoso, Anik Sudiartini, S.Pd, M.Pd, mengaku sangat bangga, karena salah satu siswanya dapat memperoleh penghargaan tersebut.

“Ilmu produktif para siswa di saat praktik, kami harap dapat ditularkan ke masyarakat, utamanya petani,” jelasnya.

Apalagi kata dia, SMK PP Tegalampel sebagai sekolah berbasis ilmu bidang pertanian, yang menginginkan siswanya tidak hanya mempunyai skill praktik di laboratorium, lahan serta menghasilkan produk.

“Tapi juga bisa menyuluhkan ilmunya ke petani,” pungkasnya melalui sambungan handphone.