PAMEKASAN, terbitan.com – Setelah 10 bulan menjabat sejak November 2025, Kajari Pamekasan akhirnya menggelar Coffee Morning bersama sembilan organisasi wartawan, di Kantor Kejari Pamekasan, Jl. Raya Panglegr, Tlanakan. Jumat (18/9/2026)
Dalam sambutannya, Kajari Pamekasan, Anton Arifullah menyampaikan terima kasih kepada awak media dan meminta maaf jika selama ini terkesan slow respon saat di-WA wartawan karena padatnya agenda rapat pimpinan.
“Tanpa awak media, kita sebagai penegak hukum, sebagai pelayan hukum, tidak akan bisa dekat dengan masyarakat. Keberhasilan kejaksaan pasti lewat awak media juga,” ujarnya.
Kajari juga mengenalkan jajarannya satu per satu, mulai dari Kasi Intel, Kasipidum, Kasipidsus, Kasidatun, hingga Kasubagbin. Ia menyebut selama ini wartawan hanya mengenal Intel dan Pidsus karena paling sering didemo dan ditanya soal perkara.
“Padahal ada Kasipidum, ada Kasidatun. Keberhasilan pemulihan keuangan BUMN atau gugatan dari Pemda tidak pernah kelihatan teman-teman ekspos,” ungkapnya.
Terkait penanganan perkara viral di Pamekasan yang dinilai lambat, Kajari menegaskan semua proses sudah sesuai SOP ekspos berjenjang hingga ke Kejati Jatim.
“Kalau ditanya tegak lurus? Insyaallah kami masih tegak lurus. Tidak ada penanganan perkara yang kami main-mainkan,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan soal kebijakan WFH 50% pegawai tiap hari Jumat imbas krisis BBM, sehingga kantor terlihat sepi. Ke depan, ia berharap kegiatan Ngopi Jawara (Ngobrol Pihak Jaksa, Wartawan, Masyarakat) bisa rutin digelar sebulan atau dua bulan sekali untuk menjaga sinergi.
Sementara itu, Ketua Jurnalis Center Pamekasan (JCP), Ahmad Jadid, perwakilan wartawan menyampaikan terima kasih atas undangan tersebut.
“Terima kasih atas undangannya. Bagi kami ini adalah kehormatan, bisa duduk satu meja, ngopi bareng dalam suasana kekeluargaan seperti ini,” ujar Jadid.
Ia menegaskan, JCP pada prinsipnya siap bersinergi dan mendukung program Kejaksaan, terutama dalam transparansi dan edukasi hukum.
“Kami dari insan pers juga berkomitmen untuk menjaga pemberitaan yang berimbang, objektif, dan tidak menggiring opini yang menyesatkan. Kami berharap forum seperti ini berkelanjutan, karena jurnalis butuh kepastian hukum dan Kejaksaan butuh jembatan informasi ke masyarakat,” tutupnya.


