NGAWI, terbitan.com – Sebanyak 285 guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari 19 kecamatan di Kabupaten Ngawi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru. Kegiatan ini digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 14–16 Juli 2025, bertempat di Aula Dwija Bhakti.
Setiap koordinator wilayah (korwil) mengirimkan perwakilan guru dari jenjang kelas rendah (kelas 1, 2, dan 3) maupun kelas atas (kelas 4, 5, dan 6) untuk mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kemampuan para guru terhadap empat kompetensi dasar pendidik, yakni pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
“Guru harus memiliki standar kompetensi yang sama. Syukur-syukur bisa lebih dari empat kompetensi,” ujar Fahrudin, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, saat membuka acara. Senin(14/7/25)

Fahrudin menekankan bahwa semua guru, termasuk yang berasal dari jalur PPPK, perlu memiliki jiwa kependidikan dan marwah pedagogik yang kuat, terlepas dari latar belakang akademis mereka.
Hadir pula dalam kegiatan ini Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Lantik Kusuma, yang menyampaikan bahwa profesionalisme guru PPPK harus dibangun sejak dini, baik sebelum maupun sesudah resmi menjabat sebagai guru.
Bimtek ini menghadirkan narasumber bersertifikat, di antaranya Bapak Budi dan Ibu Yuni, yang telah mengikuti pelatihan Training of Trainer (TOT) di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Mereka memberikan materi berbasis praktik terbaik serta pendekatan aplikatif di lapangan.
Fahrudin juga mengingatkan bahwa sesuai kebijakan pusat, guru PPPK harus melewati proses sertifikasi melalui LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) dan memiliki sertifikat pendidik sebagai syarat profesionalisme.
“Urgensi dari kegiatan ini bukan hanya soal peningkatan kemampuan mengajar, tetapi juga membangun sinergi dengan orang tua siswa dan menciptakan ekosistem pendidikan yang harmonis dan kolaboratif,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing demi mendukung kemajuan mutu pendidikan di Kabupaten Ngawi.


