NGAWI, terbitan.com – Suasana Kantor Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi tampak berbeda pada Selasa (29/4/2026). Ratusan warga rela datang sejak pagi dan mengantre panjang demi mendapatkan bantuan pangan nasional dari pemerintah yang disalurkan melalui Bulog.
Meski antrean mengular hingga halaman kantor desa, warga tetap tertib menunggu giliran. Bantuan berupa beras dan minyak goreng itu menjadi harapan tersendiri bagi masyarakat di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Kepala Desa Beran, Agus Supriyadi, mengatakan sebanyak 898 Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima bantuan pada penyaluran kali ini. Total bantuan yang didistribusikan mencapai 17.960 kilogram beras dan 3.592 liter minyak goreng yang telah didroping sehari sebelumnya.

“Antusias masyarakat sangat tinggi, namun tetap tertib saat antre mengambil bantuan,” ujar Agus.
Dalam program tersebut, setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan itu dinilai sangat membantu warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Salah seorang penerima bantuan, Sri Wahyuni, mengaku sengaja datang lebih awal bersama tetangganya agar tidak kehabisan antrean.
“Alhamdulillah dapat bantuan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak. Ya cukup untuk tambah kebutuhan dapur,” ungkapnya sambil tersenyum.
Rasa syukur juga disampaikan Partini, warga lainnya yang mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya, terutama di tengah harga sembako yang terus naik.
“Alhamdulillah bantuan ini sangat membantu kami, apalagi harga kebutuhan pokok sekarang cukup tinggi. Beras dan minyak goreng ini sangat bermanfaat untuk keluarga,” tuturnya.
Agus Supriyadi mengapresiasi program bantuan pangan dari pemerintah karena dinilai mampu menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu meringankan beban ekonomi warga.
Menurutnya, bantuan pangan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
“Melalui bantuan pangan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” katanya.
Ia menjelaskan, warga penerima bantuan wajib membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli untuk proses verifikasi data. Jika pengambilan diwakilkan anggota keluarga yang masih satu KK, maka wajib membawa KTP pihak yang mewakili serta fotokopi identitas penerima bantuan.
Agus berharap proses penyaluran bantuan dapat berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“Penyaluran bantuan pangan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan serta membantu meringankan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.


