SAMPANG, Terbitan.com — Aliansi Jurnalis Sampang (AJS) menggelar pengukuhan pengurus baru periode 2025–2027 pada Rabu (11/6/2025) di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU), Jalan Trunojoyo, Sampang. Acara tersebut menjadi momentum penting bagi insan pers lokal dalam menyongsong tantangan baru di era digital.

Hendrianto resmi menjabat sebagai Ketua AJS setelah terpilih melalui Musyawarah VII AJS yang berlangsung pada 23–25 Januari 2025 di Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Ia akan memimpin organisasi jurnalis ini selama dua tahun ke depan.

Acara pengukuhan dihadiri oleh sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan daerah. Di antaranya Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, perwakilan Forkopimda, anggota DPRD Sampang Alan Kaisan, beberapa pimpinan OPD, serta perwakilan dari KPU, Bawaslu, dan organisasi profesi kewartawanan di Kabupaten Sampang.

Dalam sambutannya, Hendrianto menegaskan bahwa AJS akan fokus pada penguatan kapasitas jurnalis agar mampu bersaing secara etis dan profesional di tengah arus digitalisasi informasi yang semakin masif. Ia menyebut era kecerdasan buatan (AI) sebagai tantangan sekaligus peluang bagi dunia jurnalistik.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, AJS juga mengadakan seminar bertema “Masa Depan Media Massa di Tengah Gempuran AI”, yang menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi media, akademisi, dan penyiar radio lokal. Seminar ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi para jurnalis dalam menghadapi disrupsi teknologi.

Ketua AJI Surabaya, Andre Yuris, yang menjadi salah satu narasumber, menyampaikan bahwa adaptasi terhadap teknologi adalah keniscayaan. Namun, nilai-nilai dasar jurnalistik seperti verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial harus tetap dijaga agar tidak tergeser oleh kecepatan dan algoritma.

H. Ahmad Cholil, dosen Ilmu Komunikasi dari Universitas Trunojoyo Madura, menambahkan bahwa media harus menjadi penjaga akal sehat publik di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, keterampilan literasi digital menjadi bekal penting bagi jurnalis masa kini.

Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz, dalam sambutannya menyatakan bahwa media adalah mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh jurnalis untuk tetap kritis namun konstruktif, serta membantu menyampaikan informasi kebijakan secara objektif dan bertanggung jawab.

“Pers bukan hanya menyampaikan kabar, tapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kritik membangun dari media akan terus kami jadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Ra Mahfudz.

Melalui pengukuhan ini, AJS meneguhkan kembali peranannya sebagai wadah profesionalisme jurnalis di Kabupaten Sampang. Di tengah derasnya perkembangan teknologi, organisasi ini bertekad menjaga marwah pers lokal agar tetap relevan dan berdaya saing.