LABUHANBATU,terbitan.com – Areal kebun Afdeling 4  PTPN-III  Kebun Aek – Nabara Selatan( kanas) Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara banyak di dapati pelepah – pelepah yang sengkleh serta anak kayu yang masih tegak berdiri.

Pantauan awak media di lapangan Senin 23/12/2019,areal kebun afdeling 4 kanas nampak banyak pelepah yang bergelantungan di pokok – pokok sawit di blok R21,R22,R23 dan anak kayu yang masih tegak berdiri di blok T25.Padahal dana perawatan kebun kanas selalu di anggarkan.

Asisten Afdeling 4 kanas ‘Kamal’ ketika di hubungi melalui telepon seluler. Senin, 23/12/2019 tidak bersedia mengangkat teleponnya,dan sms pun tidak di balas.

Selanjutnya awak media melalui pesan whatsapp menghubungi Manager Kanas Jumat, 03/01/2020,untuk mencari informasi atas pelepah sengkleh dan anak kayu yang di biarkan di areal kebun Afdeling 4 kanas.Dan di waktu yang singkat Asisten Afdeling 4 kanas ‘Kamal’  menghubungi awak media Jumat, 03/01/2020,dan menyampaikan ” Bahwa areal kebun Afdeling 4 kanas yang terdapat pelepah sengkleh di karenakan pekerjaan tunasan di blok R21,R22,R23 adalah pekerjaan di bulan April sehingga di karenakan hujan dan sudah lama proses tunasannya sehingga pelepah – pelepah sengkleh tersebut terjadi.

Dan pekerjaan Dongkel anak kayu yang ada di blok T25 sudah selesai sesuai jadwal yaitu 30/11/2019, tetapi mutunya kurang baik sehingga kami meminta kontraktor untuk mengerjakannya kembali sekarang.Jelas Asisten Kamal

Ketua LSM Penjara ( pemantau kinerja aparatur negara) ‘Martobet Manalu, “mengesalkan pernyataan asisten Afdeling 4 kanas yang mengatakan pelepah sengkleh karena hujan lebat dan pekerjaan Dongkel anak kayu mutunya kurang baik.Seharusnya sebagai kepala afdeling melakukan control setiap pekerjaan yang ada di areal kebun Afdeling yang di pegangnya.Sehingga dapat bersinergi dengan pekerja yang melakukan pemeliharaan di areal kebun Afdeling 4 kanas.Bukannya setelah ada yang menemukan baru sekarang di lakukan cek lokasi.terang Ketua Lsm Penjara Labuhanbatu.( VanHoten Sitorus).