PALU, terbitan.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, bersama Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S. Thahir, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di bidang pertanahan, Rabu (1/4/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mendorong keterlibatan mahasiswa untuk membantu percepatan legalisasi tanah wakaf di tengah masyarakat.

Dalam kuliah umum yang digelar di kampus tersebut, Nusron Wahid menjelaskan bahwa melalui program KKN Tematik, mahasiswa akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu proses pendataan hingga legalisasi tanah wakaf.

“Mahasiswa akan membantu menyisir tanah-tanah wakaf yang belum memiliki kepastian hukum, mulai dari pengurusan Akta Ikrar Wakaf hingga sertipikasi tanah wakaf,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hingga kini masih banyak tanah wakaf yang belum tercatat secara resmi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—diharapkan mampu meningkatkan jumlah pendaftaran tanah wakaf di Indonesia.

“Kami percaya mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Mereka tidak hanya belajar di lapangan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S. Thahir, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan kesiapan kampus untuk terlibat aktif dalam program KKN Tematik, khususnya dalam membantu penyelesaian persoalan pertanahan.

“Insyaallah bulan April ini kami mulai KKN Tematik di bidang pertanahan, termasuk membantu identifikasi tanah wakaf, terutama masjid-masjid yang belum memiliki sertipikat,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ATR/BPN juga menyerahkan Sertipikat Hak Pakai kepada pihak kampus sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas aset negara di sektor pendidikan, sekaligus mendukung pengembangan institusi ke depan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat di lingkungan ATR/BPN, di antaranya Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Naim.