Madiun, Terbitan.com – Sedikitnya 500 warga terdampak akibat banjir bandang yang menerjang Dusun Josaren, Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke rumah-rumah penduduk dan bangunan sekolah yang dianggap aman dari terjangan air.
Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun, Dedy Anggoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berada di lokasi banjir sejak Selasa malam. Sebanyak 50 petugas Dinsos dikerahkan untuk membuka dapur umum guna memenuhi kebutuhan logistik bagi para pengungsi.
“Pagi ini sudah kita siapkan nasi bungkus sebanyak 500 bungkus untuk mensuplai kebutuhan sarapan pagi bagi semua warga terdampak,” ujar Dedy Anggoro melalui sambungan telepon, Rabu (29/01/2025) pagi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, titik terdampak paling parah berada di RT 40, 41, dan 42 Dusun Josaren. Banjir juga menyebabkan sebuah jembatan terputus, mengisolasi 10 Kepala Keluarga (KK) yang kini kesulitan mengakses bantuan.
Hingga saat ini, tim gabungan dari Dinsos, BPBD, dan relawan terus berupaya menyalurkan bantuan serta mencari solusi untuk mengevakuasi warga yang terisolasi. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi.


