SANANA,Terbitan,com | Para tukang terpaksa tidak mau memberikan kunci pintu Gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara di Desa Kaporo

Para siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di gudung sekolah yang lama, sudah tiga bulan lamanya.

Sala satu guru SMP Negeri 2 Mangoli Selatan yang namanya tidak mau dipublikan kepada media ini, Sabtu (17/6/23), Ia menuturkan bahwa gedung sekolah SMP itu, semua pintu dikunci oleh para tukang.Sudah tiga bulan terhitung sampai saat ini. Alasannya kontraktor yang merehab gedung sekolah itu belum membayar upah tukang.

Akibat siswa dan guru terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar di gedunga lama, karena sisa biaya upah tukang yang belum dibayar kontraktor mencapai Rp 15 juta lebih,” ungkapnya.

Ia mengaku berbagai upaya sudah dilakukan agar siswa tidak jadi korban. Termasuk komunikasi dengan kepala desa, pemerintah daerah dan pihak kontraktor yang ada di Kampung, namun tidak membuahkan hasil.

” Pihaknya sudah tidak bisa hubungi kontraktor, namun nomor hendphonenya sudah tidak aktif lagi,” ungkapnya.