NGAWI – Pemerintah Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi bersama pengurus BUMDes Sedya Mulya menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Jumat (8/5/26).

Musdes yang digelar di Balai Desa Cangakan tersebut dihadiri unsur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus BUMDes, tokoh masyarakat, hingga pihak Kecamatan Kasreman. Suasana musyawarah berlangsung terbuka dengan pemaparan rinci terkait penggunaan anggaran, evaluasi usaha, hingga rencana pengembangan BUMDes ke depan.

Ketua BUMDes Sedya Mulya, Danang, menjelaskan seluruh penyertaan modal dari pemerintah desa telah terserap dan digunakan sesuai kebutuhan usaha yang telah direncanakan sebelumnya.

“Anggaran penyertaan modal dari desa sudah terserap semua dan telah dibelanjakan sesuai peruntukannya,” jelas Danang di hadapan peserta musyawarah.

Dalam laporan yang dipaparkan, total belanja BUMDes mencapai Rp154 juta. Anggaran tersebut terbagi menjadi dua sumber, yakni belanja desa sebesar Rp125,5 juta dan penyertaan modal BUMDes sebesar Rp28,5 juta.

Namun demikian, hasil evaluasi menunjukkan sejumlah unit usaha yang dijalankan sebelumnya dinilai belum mampu berkembang secara optimal. Karena itu, pengurus bersama pemerintah desa memutuskan untuk menghentikan beberapa kegiatan usaha yang dianggap kurang efektif.

Sebagai langkah penataan, aset-aset milik BUMDes nantinya akan disewakan agar tetap produktif dan mampu memberikan pemasukan bagi desa.

Selain itu, arah pengembangan usaha ke depan akan difokuskan pada sektor pertanian yang dinilai lebih potensial dan sesuai dengan karakter wilayah Desa Cangakan.

“Ke depan perencanaan usaha akan diarahkan ke bidang pertanian agar lebih sesuai dengan potensi desa,” imbuh Danang.

Camat Kasreman, Soddiq Junairi Effendi, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya pengelolaan BUMDes secara profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, administrasi yang tertib dan evaluasi rutin menjadi kunci agar usaha desa dapat tumbuh sehat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“BUMDes harus lebih fokus dalam pengelolaannya, baik dari administrasi yang tertib, pengelolaan yang baik, dan evaluasi pengembangan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cangakan, Riyanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musdes LPJ tersebut. Ia menilai forum musyawarah menjadi sarana penting untuk menjaga keterbukaan penggunaan anggaran desa sekaligus menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait pengelolaan BUMDes.

Lebih lanjut, Riyanto berharap BUMDes Sedya Mulya dapat bertransformasi menjadi lembaga usaha desa yang lebih tertata, profesional, dan mampu mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Ini anggaran desa yang harus dipertanggungjawabkan. Dengan adanya musdes semua bisa clear and clean, sehingga tidak ada lagi omongan di luar sana,” pungkasnya.